Aisyah: Istri Tercinta Rasulullah (4-Selesai)

Illustrasi

Karakter lain yang bisa dikemukakan di sini terkait Aisyah, beliau adalah wanita zuhud, dermawan, jujur dan cantik, rajin beribadah, wara` dan takut pada Allah, dan suka cemburu.

Beliau termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadits. Dia meriwayatkan dari Rasulullah sebanyak 2.210 hadits mengenai berbagai permasalahan agama dan lain-lainnya. Yang terakhir, beliau adalah wanita muslimah yang paling paham (faqihah) mengenai hukum agama Islam.

Dengan keistimewaan yang sangat banyak ini, tidak mengherankan jika Aisyah menjadi istri tercinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sejarah mencatat bahwa beliau meninggal 17 Ramadhan, tahun 58 Hijriah. Usianya ketika itu sekitar 70 tahun dan dikubur di makam Baqi`, samping Masjid Nabawi.

Dari kisah hidup Aisyah, ada banyak pelajaran yang bisa diambil:

Pertama, kesempurnaan yang dianugerahkan Allah kepada kita jangan sampai membuat diri kita sombong, tapi diarahkan untuk perjuangan dakwah Islam.

Kedua, wanita muslimah harus mempunyai ghirah, semangat dalam memperjuangkan agama Islam.

Ketiga, anjuran untuk antusias dalam mempelajari ilmu, baik yang bersifat syar`i maupun kauni.

Keempat, cemburu yang proporsional pertanda kuatnya cinta.

Kelima, menjadi muslimah dermawan.

Keenam, semakin tinggi cinta, semakin besar ujian.

Ketujuh, berjuang untuk Islam dengan kelebihan yang dimiliki.

Kedelapan, tak ada kata henti dalam perjuangan dakwah hingga titik darah penghabisan.

Kesembilan, cinta akan selalu bersimi indah di tengah badai uji dan derita.

Kesepuluh, wanita Shalihah dari kisah Aisyah memiliki ciri-ciri demikian: (1) Kapasitas keimanan yang tinggi. (2) Rajin ibadah. (3) Semangat, kuat dan enerjik. (4) Penuh cinta. (5) Berwawasan luas. (6) Sopan santun. (7) Taat, sayang, dan cinta suami. (8) Dermawan (9) Pecinta sastra. (10) Tak gentar menghadapi badai ujian. (11) Menjadi mitra yang baik dan menyenangkan bagi suami dalam dakwah. (12) Romantis dan mesrah.

Demikian gambaran singkat tentang ‘Aisyah sebagai istri tercinta Rasulullah yang memiliki banyak keistimewaan. Tulisan ini dirujuk dari berbagai referensi seperti berikut: Subulul Huda war Rasyad fi Sirati Khairil `Ibaad karya Muhammad bin Yusuf As-Shaalihi as-Syaami, Ar-Rahiiqu al-Makhtuum, Shafiyurrahmaan al-Mubarakfuri, As-Shiddiqah binti as-Shiddiq, Abbas Mahmud al-`Aqqaad dan lain sebagainya.

Sebagai penutup, cerita Amru bin Ash berikut ini bisa menggambarkan bagaimana kadar kecintaan Nabi kepada Humaira ini. Suatu hari, saat ia diutus untuk memimpin ekspedisi militer ke Dzatus Salasil, ia menyempatkan diri bertemu Rasulullah.

Pada momen itu, ia bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang engkau cintai?” Lalu Rasulullah menjawab: “Aisyah.” (HR. Bukhari).

Allahu Akbar. Cinta beliau begitu tinggi, hingga ketika wafat pun, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam pelukan Aisyah. Kisah cinta Rasulullah dengan Aisyah adalah kisah teladan yang banyak menyimpan pelajaran. Mari meneladaninya, tak sekadar suka lagu tentangnya, tapi benar-benar menapaktilas jejaknya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here