Hadits Ramadhan (3): Keutamaan Umrah di Bulan Suci

Ilustrasi Jamaah sedang menjalankan ibadah umrah. Foto: Istimewa

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang wanita dari Kaum Anshar yang disebut namanya oleh Ibnu ‘Abbas: “Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji bersama kami?”

Wanita itu berkata: “Dahulu kami memiliki seekor unta yang selalu digunakan oleh ayah fulan dan anaknya, maksudnya adalah suami dan anak dari perempuan itu, kemudian dia membiarkan unta tersebut untuk mengangkut air.”
Beliau pun kemudian bersabda:

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Apabila datang bulan Ramadhan, laksanakanlah ‘umrah karena ‘umrah pada bulan Ramadhan seperti ‘ibadah haji.” (HR. Bukhari)

Ibnu Baththal dalam “Syarh Shahiih al-Bukhary” (IV/38) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa umrah di sini hukumnya sunnah. Adapun ungkapan seperti haji, maknanya adalah pahala dan keutamannya seperti ibadah haji.

Lalu, bagaimana yang sudah berniat umrah, sudah bayar uang kepada untuk travel di tengah pandemi seperti ini? Tenang saja. Insya Allah sudah dicatat pahala umrah di bulan Ramadhan. Sebab, setiap orang akan mendapat sesuai yang diniatkannya, sebagaimana sabda Nabi:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan,” (HR. Bukhari, Muslim).

Dalam hadits lain juga disebutkan:

فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ

“Maka barangsiapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan hingga dilipatgandakan tujuh ratus kali, bahkan lipatganda yang tidak terbatas.” (HR. Bukhari).

Jadi, tidak ada istilah rugi. Semuanya atas takdir Allah, dan Dia akan memberi yang terbaik kepada para hamba-Nya ketika niatnya tulus kepada Allah, termasuk ibadah Ramadhan yang sudah diniatkan pada masa pandemi tapi tidak jadi dilaksanakan. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here