Amal Jariyah, Pahala Mengalir Terus

beramal
Ilustrasi

Bagi seorang muslim, kehidupan ini tidak berhenti di dunia saja. Ada kehidupan setelah kematian. Pahala amal jariyah akan terus mengalir dan meringankan beban si pelakunya.

Berlombalah untuk selalu memberi amal jariyah, sebagai bekal untuk menghadap-Nya. Lalu, bagaimana jika sudah wafat? Peluang itu tetap ada, sebagaimana hadits yang dinarasikan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma:

“Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Imam Bukhari: 2756)

Oleh sebab itu, Imam Ahmad bin Hambal, seorang ulama salaf, pernah mengingatkan kita, “Jika ada peluang untuk mengerjakan kebaikan, lekaslah engkau kerjakan kebaikan itu, sebelum datang sang pemisah, antara dirimu dengan kebaikan itu.”

Di dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar¬luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan, sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya.” (HR. Imam Ibnu Majah).

Berikut adalah 7 amal jariyah yang pahalanya mengalir terus.

1. Mengajarkan ilmu. Dalam hal mengajarkan ilmu, bukan monopoli guru atau pendidik. Menyampaikan informasi yang baik, sehat, tidak hoaks, dan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk mengajarkan ilmu dan pahalanya mengalir terus.

2. Anak Shaleh yang ditinggalkan. Mendidik anak menjadi shalih, karena anak-anak shaleh akan selalu berbuat kebaikan. Hasil didikan itu akan terus mengalir pahalanya.

3. Mewariskan mushaf Al-Qur’an. Sepanjang mushaf tersebut dimanfaatkan, sepanjang itu pula pahalanya terus mengalir. Atau, ketika seseorang bisa mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dari kitab suci yang dihadiahkan tersebut, maka si pemberi hadiah akan terus mendapatkan pahalanya. Begitu pula dengan para penulis buku. Sepanjang bukunya bermanfaat, sepanjang itu pula pahalanya akan terus mengalir.

4. Membangun masjid. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surge.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

5. Rumah yang dibangun untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Ini adalah semacam hotel tetapi gratis. Atau Pondokan gratis, hanya untuk mereka yang sedang bepergian, untuk tempat istirahat sementara atau beberapa hari.

6. Membuat saluran irigasi dan Menggali Sumur. Mengalirkan air secara baik untuk pengairi sawah dan ladang bagi yang membutuhkan. Begitu juga dengan membuat sumur untuk kepentingan umum. Sepanjang irigasi dan sumur tersebut tetap bermanfaat untuk orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir.

7. Harta yang disedekahkan. Harta yang disedekahkan untuk kepentingan orang lain, seperti untuk membayar hutang, membantu mereka yang kekurangan, memberi beasiswa bagi para pelajar, pahalanya akan terus mengalir.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 261, Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan orang -orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai: tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Oleh sebab itu, mari kita beramal shaleh selagi masih diberi umur di dunia, untuk keringanan kita di akhirat, kelak. Wallahu A’lam. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here