Apa Ada Doa Khusus di Akhir Ramadhan?

berdoa
Ilustrasi seorang sedang berdoa, Jakarta. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Ramadhan sudah hampir usai. Adakah doa khusus yang diajarkan oleh Nabi ketika Ramadhan sudah usai?

Belum ditemukan nash yang shahih langsung dari beliau mengenai doa-doa yang dicontohkan saat Ramadhan berakhir.

Itu artinya, kita bisa berdoa dengan doa apapun asal baik. Bisa dengan bahasa Arab atau bahasa Indonesia.

Sebagai contoh, kita berdoa dengan redaksi demikian:

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِلطَّاعَاتِ وَجَنِّبْنَا الْمُنْكَرَات ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وَأَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ، رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allahumma taqabbal shiyaamana wa qiyaamana. Allahumma waffiqna lith-thaa’ah wa jannibna al-munkaraat. ALlahumma ashlih ahwaalana wa ahwaalal muslimiin. Rabbana taqabbal minni innaka antas samii’ul ‘aliim.. Waghfir lana waliwalidaina wa li jamii’il muslimiin.

“Ya Allah, terimalah puasa dan qiyam kami. Ya Allah berilah taufik pada kami agar bisa taata dan jauhkan kami dari segala kemungkaran. Ya Allah perbaiki kondisi kami dan kondisi umat Islam. Ya Allah terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Mengetahui. Dan ampunilah (dosa) kami, kedua orang tua kami dan seluruh muslimin.” Atau doa lain dengan bahasa yang dipakai masing-masing muslim.

Hanya saja, kalau dilihat contoh dari para generasi salaf saleh, saat Ramadhan usai, mereka rata-rata bersedih.

Di antara yang paling diharapkan oleh mereka adalah agar amalan diterima. Oleh karena itu, Malik bin Dinar berkata, “Khawatir amal tidak diterima lebih menakutkan daripada amal itu sendiri.” (Hilyah al-Auliya, II/387).

Abdul Aziz bin Rawad memberik kesaksian kehidupan para salaf di akhi Ramadhan, “Aku mendapati mereka bersungguh-sungguh dalam beramal saleh, ketika mereka sudah usai melaksanakannya, tiba-tiba mereka bersedih. Yang membuat sedih adalah amalnya diterima atau tidak oleh Allah?” (Lathaa’if al-Ma’arif, 375).

Oleh karena itu, perhatikan doa mereka yang sudah mencakup awal hingga akhir Ramadhan:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

Allahumma Sallimni Ila Ramadan wa Sallim li Ramadan wa Tasallamhu Minni Mutaqabbalan

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”

Kata kuncinya sebelum Ramadhan tiba mereka meminta agar Allah menyampaikan umur dan kesempatan untuk bisa berjumpa Ramadhan. Sedangkan ketika usai, mereka ingin amalnya diterima.

Bahkan ada keterangan lain yang menyebutkan bahwa para ulama salaf punya kebiasaan 6 bulan sebelum Ramadhan berdoa agar disampaikan ke bulan agung ini, kemudian 6 bulan setelahnya berdoa agar segala amalnya diterima.

Intinya, dalam masalah doa di akhir Ramadhan, belum ditemukan doa khusus dari Nabi. Hanya saja, generasi salaf pada akhir Ramadhan rata-rata bersedih dan khawatir kalau amalan mereka tidak diterima. Maka mereka selalu berdoa agar amal-amalnya diterima. Wallahu a’lam. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here