Menjemput Keutamaan 10 Hari Awal di Bulan Dzulhijjah

wukuf
Jutaan jamaah haji seluruh dunia berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan salah satu rukun haji. ANTARA FOTO/Hanni Sofia/pras.

Hari ini, kita telah memasuki pertengahan bulan Dzulqa’idah 1441 H, tepatnya 16 Dzulqa’idah 1441 H bertepatan pada 7 Juli 2020. Tidak lama lagi, umat Islam masuk pada waktu yang dimuliakan yaitu sepuluh hari awal pada bulan Dzulhijjah.

Setelah Dzulqa’idah, kita memasuki bulan Dzulhijjah yang juga dikenal sebagai bulan haji. Masuknya bulan ini menandakan akhir tahun Hijriah dalam Islam dengan pergantian tahun yang kembali diawali dengan Muharram.

Bulan Dzulhijjah termasuk bulan haram. Ada empat bulan haram, yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’idah, dan Zulhijah. Itu artinya, pada saat-saat ini kita berada di waktu-waktu yang mulia.

Namun, di dalam bulan mulia ini, ada waktu-waktu agung dan termulia, yaitu sepuluh hari awal pada bulan Dzulhijjah. Dalilnya adalah Firman Allah ‘Azza wa Jalla:

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (Qs.Al-Fajar: 1-2)

Tafsir ayat ini dalam dijelaskan dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir (Syaikh Dr Muhammad Sulaiman Al Asyqar, dosen tafsir Universitas Islam Madinah), bahwa:

  1. Mahasuci zat yang memuliakan ummat ini dan membuka baginya dengan tangan nabinya yang penuh kasih sayang pintu-pintu keutamaan dan kemuliaan yang banyak. Tidaklah suatu kaum melakukan suatu amalan yang besar dan amalan tersebut tidak diberikan kepada kaum lainnya melainkan Allah telah menjadikan suatu amalan untuk mengalahkan kaum lainnya, atau mendahulukan kaum tersebut diatas kaum lainnya, sehingga setiap kaum berada diatas keutamaan yang sama.
  2. Di antara sebab penyebutan ayat { وَلَيَالٍ عَشْرٍ } yaitu 10 hari yang telah dikenal oleh orang-orang yang telah mendengarkan tentangnya, yang dikenal dengan hari yang sepuluh, dan dalam penyebutannya bukan dengan ( الليالي العشر ) karena penyebutan lafazh ini dengan tanwin adalah pengagungan untuknya, dan tidaklah hari-hari dalam satu tahun 10 hari yang agung berturut-turut seperti 10 hari dzulhijjah. Di dalamnya kaum muslimin menunaikan ibadah haji, ihram, masuknya kaum muslim dari berbagai belahan dunia ke kota Makkah, thawaf, yaum tarwiyah pada hari kedelapan, dan wukuf di arafah pada hari kesembilan, dan pada hari kesepuluh hari qurban.
  3. Pada sepuluh hari inilah dahulu para sahabat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah, dan dialah 10 hari yang paling utama secara mutlak, karena pada hari itu berbagai keutamaan dan amalan-amalan yang besar berkumpul, yang pada hari-hari lainnya keutamaan tersebut tidak ada; seperti shalat, puasa dan sedekah, dan berkumpulnya kaum muslimin pada hari itu tidak sama dengan perkumpulan mereka pada hari-hari lainnya. Di antara amalan yang paling besar pada hari itu adalah haji ke baitullah. (Dinukil dari tafsirwe.com)

Dalil lain dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Pada hari-hari yang telah ditentukan.” (Al-Hajj: 28) Ibnu Abbas berkata yaitu hari-hari sepuluh pada awal Dzulhijjah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here