Bayi Yang Membantah Doa Ibunya

Ilustrasi berdoa. Foto: Istimewa

Di dunia ini, ada tiga bayi yang bisa berbicara. Mereka adalah Nabi Isa putra Maryam, bayi di jaman Juraij hidup, dan seorang bayi yang berbicara kepada ibunya. Kali ini kita akan berkisah tentang bayi yang ketiga tersebut.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengeluarkan hadits yang dinarasikan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertutur:

“Ada seorang bayi yang sedang menetek kepada ibunya, lalu lewatlah seorang laki-laki yang mengendarai binatang dengan tangkasnya, dengan pakaian yang menawan. Maka, ibunya berdoa, ‘Ya Allah, jadikan anakku seperti orang ini.’

Mendengar doa ibunya tersebut, si bayi mencopot teteknya, lalu menghadapkan wajahnya ke orang tersebut sambil memandanginya seraya berkata, ‘Ya Alah, jangan Engkau jadikan diriku seperti orang itu.’ Lalu, si bayi kembali menetek pada ibunya.

Rasulullah melanjutkan ceritanya:

Kemudian lewatlah di hadapannya, suatu kaum dengan membawa seorang budak wanita yang sedang dipukuli, sembari mengatakan, ‘Kamu telah berzina, kamu telah mencuri.’ Adapun wanita tersebut hanya sanggup berkata, ‘Cukuplah allah Ta’ala sebagai penolongu, sesungguhny Dia sebaik-baik penolong.’

Ibunya lalu berdoa, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti wanita tersebut.’ Spontan, anak yang sedenag disusuinya itu melepaskan diri dari teteknya, memandangi wanita yang sedang dipukuli tersebut, lalu berkata, ‘Ya Allah, jadikan diriku sepertinya.’

Lalu, terjadilah dialogo hangat antara ibu dengan bayinya itu, perihal keinginan si ibu yang selalu dimentahkan oleh si bayi. Anaknya menjelaskan, ‘Sesungguhnya, laki-laki yang lewat tadi adalah seorang yang sombong, maka aku berdoa: Ya Allah, jangan jadikan diriku seperti dia. Adapun ketika budak wanita tersebut dituduh sebagai pezina dan pencuri, padahal dia bukan pezina dan tidak mencuri, maka, saya katakan: Ya Allah, jadikan diriku seperti dirinya’.”

Moral kisah dari hadits shahih tersebut adalah, si bayi tidak mau menjadi sombong, apalagi menjadi pelaku maksiat. Lewat lisan si bayi, Allah memberi pelajaran kepada umat manusia, bahwa Allah Ta’ala yang Maha Tahu segalanya. Wallahu A’lam (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here