Empat Amalan Yang Mengantarkan Ke Surga

Ilustasi. Foto: Istimewa

Banyak jalan menuju surga. Abu Bakar Ash-Siddik punya kebiasaan yang nampak sederhana tetapi perlu kesungguhan dalam pengamalannya. Apa saja pintu-pintu menuju surga tersebut?

Pintu-pintu surga bisa dimasuki melalui puasa, memuliakan jenazah (memandikan, mengkafani, ngantarkan ke pemakaman), memberi makan fakir miskin, dan menjenguk mereka yang sedang terbaring sakit.

Adalah Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menarasikan hadits, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapakah di antara kalian yang pagi ini sedang berpuasa?”

“Saya,” jawab Abu Bakar ash-Siddik.

“Siapa di antara kalian yang hari ini telah mengantarkan jenazah?” tanya Rasulullah.

“Saya,” jawab Abu Bakar.

“Siapa di antara kalian yang hari ini telah memberi makan orang miskin?” tanya Rasulullah.

“Saya,” jawab Abu Bakar.

“Siapa di antara kalian yang hari ini telah menjenguk orang sakit?” tanya Rasulullah.

“Saya,” jawab Abu Bakar.

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah semua itu berkumpul pada seseorang kecuali ia masuk surga.” (HR. Imam Muslim)

Keempat perbuatan tersebut merupakan kumpulan dari perbuatan-perbuatan agung yang dikerjakan oleh seorang lelaki agung, Abu Bakar ash-Siddik. Hasil akhir dari perbuatan tersebut tidak lain adalah surga.

Dalam hadits diatas, amalan untuk diri yang bersifat individual adalah puasa;sedangkan mengantar jenazah, memberi makan fakir miskin, dan menjenguk orang sakit adalah amalan sosial. Di sini, amalan individual dan sosial terhimpun dalam satu kesatuan, dimana amalan individual dibingkai oleh amalan-amalan sosial mengantarkan seseorang menuju surga. Wallahu A’lam (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here