Keutamaan Arafah: Orang Sakit Pun Harus Ikut Wukuf

Arsip Foto. Jamaah haji Indonesia yang mengikuti safari wukuf karena uzur. (ANTARA News/Fitri Supratiwi)

Hari Arafah adalah masa penantian yang sangat ditunggu-tunggu dalam prosesi ibadah haji. Para jamah haji, dalam keadaan sakit pun, tetap harus ikut wukuf di Arafah walau terbaring dalam bus atau ambulans. Kehadirannya saat wukuf tidak bisa digantikan.

Dalam setiap pelaksanaam wukuf, petugas haji sudah pasti sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, sebelum memasuki fase inti dalam pelaksanaan haji ini. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang sangat masyhur, al-Hajju Arafah. Artinya, inti dari ibadah haji adalah Arafah.

Meski begitu, ada serangkaian rukun yang tetap harus dijalani. Misalnya, mulai dari miqat untuk ihram, tawaf dan rangkaiannya hingga sa’i dan tahalul, lalu mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina. Namun, wukuf tak bisa digantikan. Dalam keadaan sakit pun. Terbaring atau dalam keadaan dibantu alat pernapasan.

Begitu pentingnya pelaksanaan wukuf. Oleh petugas haji, pengurusan orang sakit yang akan wukuf di Arafah disebut Safari Wukuf. Artinya bebasnya, membawa pasien dari jamaah haji yang sedang sakit untuk ikut prosesi wukuf di Arafah, meski tetap berada dalam ambulans. Namun, sang pasien yang juga jamaah haji, harus mendapatkan dua kategori wukuf, yaitu tempat wukuf di Arafah dan waktu wukuf pada 9 Zulhijjah.

Untuk Safari Wukuf, jamaah yang diantar ke Arafah adalah jamaah yang sakit namun transportable. Jamaah yang bisa dibawa ke Arafah dengan Safari Wukuf harus memenuhi beberapa kriteria. Mereka tetap berada dalam pengawasan dan perawatan oleh tim medis yang bertugas. Ada tujuh kriteria jamaah yang dapat mengikuti Safari Wukuf, yaitu:

  1. Kesadaran baik
    a) Airwaybreathingcirculation baik
    b) Glasgow coma scale (GCS) = 15
    c) kesadaran psychiatrist baik (3P, Memuaskan, mempertahankan, dan mengalihkan perhatian)
    d) kemampuan menilai realita baik (tidak ada halusinasi waham)
  2. Hemodinamik (sirkulasi) stabil, mean arterial pressure (MAP) paling rendah 65 mmHg
  3. Saturasi oksigen lebih dari 89 dengan nasal kanula 2 3 liter per menit
  4. Transportable. Saat pemindahan tidak memperberat kondisi fisik, berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji sakit
  5. Tidak menular / tidak infeksius
  6. Penyakit tidak dalam periode akut
  7. Tidak dalam krisis hipertensi

Dalam prosesi ini, jamaah dimandikan oleh para perawat dan dipakaikan pakaian ihram. Meski dengan infus masih di tangan, jamaah dibawa ke bus yang sudah dirancang khusus untuk jamaah sakit. Ada yang berbaring, ada juga yang duduk.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here