Sirah Nabawiyah Bagian 2: Nenek Moyang Nabi Muhammad SAW

Indonesiainside.id, Jakarta – Salah seorang nenek moyang Nabi Muhammad SAW bernama Hasyim bin Abdul Manaf. Ia adalah pemuka masyarakat dan orang yang berkecukupan. Masyarakat Makkah mematuhi dan menghormatinya.

” Wahai penduduk Mekah, aku membagi perjalanan kalian menurut musim. Jika musim dingin tiba, pergilah berdagang ke Yaman yang hangat. Jika musim panas, giliran kalian pergi ke Syam yang sejuk ! ” demikian keputusan Hasyim.

Hasyim tambah disayangi penduduk Makkah karena pada suatu musim kemarau yang mencekam, ia pernah membawa persediaan makanan dari tempat yang jauh. Padahal, saat itu makanan amat sulit didapat.

” Terima kasih, wahai Hasyim. Engkau menolong kami dengan pemberian makanan ini,” seru penduduk Makkah.

Di bawah kepemimpinan Hasyim, Makkah menjadi pusat perdagangan yang makmur. Pasar-pasar didirikan sebagai tempat berniaga kafilah-kafilah dagang yang datang dan pergi silih berganti, baik pada musim panas maupun pada musim dingin.

Demikian pandainya penduduk Makkah berdagang, sampai-sampai tidak ada pihak lain yang mampu menyaingi mereka. Akan tetapi, di samping kemajuan yang besar itu, masyarakat Arab juga mengalami kemunduran luar biasa.

Itulah sebabnya mereka dijuluki masyarakat jahiliah alias masyarakat yang diliputi kebodohan. Itulah juga sebabnya sampai Allah SWT mengutus rasul terakhir-Nya di tempat ini.

Pembagian Urusan

Beberapa jabatan pemerintahan di Makkah di antaranya :

Hijabah: pemegang kunci Ka’bah

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here