Makan-Minum, Mengapa Dengan Tangan Kanan?

Anak-anak mencicipi makanan di sebuah pasar malam di Hotan, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut (16/5/2020). Xinhua/Wang Fei

Salah satu keistimewaan ajaran Islam adalah memberi panduan kepada umat Islam tentang tata cara makan-minum dengan menggunakan tangan kanan. Salah satu alasannya adalah agar umat Islam tidak sama dengan cara makan-minum setan.

Adalah Sahabat Abdullah bin Umar menarasikan, “Rasulullah pernah bersabda, ‘Jika seseorang dari kalian makan maka hendaklah makan dengan tangan kanan, dan jika ia minum, maka hendaklah minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kiri’.” (HR Imam Muslim, Abu Dawud, ath-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Dalam hadits yang lain, Ibnu Umar bin Abu Salamah menarasikan, “Dahulu aku pernah berada di rumah Rasulullah dan tanganku berselancar di atas nampan, maka beliau berkata, ‘Wahai anak, ucapkanlah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang paling dekat darimu’.” (HR Imam Bukahri dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam begitu perhatiannya terhadap makan dan minum. Karena inilah salah satu amalan yang membedakan manusia mukmin dengan setan. Salamah bin Al-Akwa’ meriwayatkan, “Suatu hari, seseorang yang berada di sisi Rasulullah memakan makanan dengan tangan kiri. Maka Rasulullah menegurnya, ‘Makanlah dengan tangan kananmu.’ Orang tersebut menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Lalu Rasulullah berkata, ‘Engkau bisa.’ Orang tersebut makan dengan tangan kiri karena kesombongan. Maka, di kemudian hari orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya ke mulutnya.” (HR Imam Muslim).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here