Umat Yang Mulia, Cinta Rasulullah

Umat muslim salat di Masjid Kocatepe saat memperingati Maulid Nabi Muhammad) di Ankara, Turki, Rabu (28/10/20). Evrim Aydın - Anadolu Agency

Jika kita berbicara tentang sosok manusia yang paling mencintai umatnya, dialah Nabi Muhammad Sahallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kecintaannya kepada umatnyan itulah yang membuatnya memberikan syafaat di hari akhir nanti.

Sebuah hadits Qudsi mengisahkan. Suatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tengah duduk bersama para sahabat. Ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, dan beberapa sahabat lainnya. Sejurus kemudian Rasulullah bertanya pada para sahabat yang duduk mengelilingi beliau, “Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa hamba Allah yang paling mulia di sisi-Nya?”

Setelah terdiam sejenak, seorang sahabat berkata menjawab, “Para Malaikat ya Rasulullah, merekalah yang mulia.” Rasulullah menjawab: “Ya, para Malaikat itu mulia, mereka senantiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tetapi bukan itu yang kumaksud.”

Semua terdiam. Lalu, seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, tentu para nabi.”

Rasulullah tersenyum, lalu b.erkata, “Ya, para nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah. Mereka itu mulia. Tetapi ada lagi yang lain.”

Lagi-lagi para sahabat terdiam. Lalu salah seorang sahabat berkata :”Apakah kami sahabatmu yang mulia itu? ”

Kembali Rasulullah tersenyum, lalu berkata, “Tentulah kalian mulia. Kalian dekat denganku. Kalian membantu perjuanganku. Tetapi bukan itu maksudku.”

Para sahabat terdiam, mereka tidak mampu berkata apa-apa lagi. Rasulullah pun menundukkan wajahnya, air matanya membasahi kedua pipinya. Para sahabat bertanya, “Mengapa engkau menangis ya Rasulullah?”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here