Liburan Tanpa Sampah Plastik, Begini Caranya

Wisatawan menikmati suasana pantai dengan latar belakang Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (7/12/2018). Foto: Antara

Perencanaan liburan juga turut mempengaruhi pengurangan limbah sampah. Bawa tempat makan sendiri, kurangi penggunaan tisu, cari tempat makan yang ramah penggunaan plastik.

Indonesiainside.id, Jakarta — Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Jumlah sampah plastik itu semakin bertambah ketika musim liburan.

Aktivis lingkungan Siska Nirmala meminta masyarakat untuk mampu mengendalikan produksi sampah terutama pada saat musim liburan. Dia menyatakan, perencanaan liburan juga turut mempengaruhi pengurangan limbah sampah.

“Perencanaan adalah kunci utama, mau ke mana, transportasi apa dan menginap dimana. Paling utama harus membawa bekal botol minum sendiri, bekal camilan yang tidak berkemasan plastik, wadah makanan kosong untuk jajan dadakan,” ujar Siska di Jakarta, Sabtu (15/12).

Menurut Siska yang paling utama sekali mengindari peralatan makanan sekali pakai, yang banyak disediakan di tempat wisata. Hindari penggunaan tisu berlebihan. Wisatawan hendaknya membawa sapu tangan secukupnya.

“Pilih tempat menginap yang ramah lingkungan. Jangan pakai fasilitas tempat menginap yang menghasilkan sampah seperti peralatan mandi,” jelas dia.

Untuk pilihan kuliner, pilihlah tempat makan yang ramah lingkungan dan hindari alat-alat makanan sekali pakai. “Makan secukupnya jangan berlebihan (karena sampah makanan juga menyumbang beban sampah di tempat wisata). Kalau tidak habis, bawa makanan yang tersisa dengan menggunakan wadah yang kita bawa,” imbuh dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here