Monyet yang Bunuh Gadis dan Kacaukan Desa di Bangladesh, Tewas di Pengadilan Rakyat

Sylhetvoice.com

Indonesiainside.id, Moulvibazar –Seekor monyet menyebabkan kekacauan di wilayah Barlekha, Moulvibazar di Sylhet, membunuh seorang gadis dan melukai 35, akhirnya dibunuh dalam pengadilan rakyat di Dakshinbhag di Barlekha Upazila di Moulvibazar, Bangladesh.

Penduduk desa menggantung monyet itu sebagai pembalasan setelah memberinya makan dengan bahan penenang.

Sebelumnya pada 14 November, Tania Begum (8), seorang siswi di wilayah itu, terluka parah setelah monyet itu menyerangnya.

Begum dilarikan ke Rumah Sakit Medical College Sylhet MAG Osmani, di mana dia mengalami ‘luka serius’. Selain itu, puluhan orang lainnya diserang oleh monyet.

Diketahui bahwa monyet itu memasuki lokasi sekitar 20 hari yang lalu setelah dipisahkan dari dinduknya yang tinggal di Perbukitan Patharia. Setelah peristiwa itu,  monyet itu menimbulkan gangguan di desa-desa Kathaltoli, Rukunpur, Dokkhin Muchegul, Uttarbhag dan daerah-daerah yang berdekatan.

Akibatnya, warga muncul di hadapan Ketua Persatuan Parishad setempat, Hipjur Rahman, yang kemudian menghubungi Julhaz Uddin, seorang perwira yang bekerja untuk departemen perlindungan satwa liar di Sylhet terkait masalah ini.

Sepuluh hari yang lalu, Julhaz Uddin mengunjungi daerah itu tetapi alih-alih mengambil langkah yang diperlukan untuk mengembalikan hewan itu ke alam liar, petugas dikabarkan telah meminta masyarakat yang menderita untuk membunuhnya begitu mereka menangkapnya. Sejak itu, orang-orang dari enam hingga tujuh desa berusaha menangkap monyet, kutip laman Dhaka Tribune.

Pada hari Selasa pagi, warga berhasil menaklukkan monyet setelah memberinya makan dengan obat penenang. Kemudian pada jam 3 sore, penduduk yang ini gelisah mendirikan Gano Adalat (pengadilan Rakyat) dan menjatuhkan hukuman mati pada monyet tersebut dan menggantungnya di depan ratusan penduduk di Bazar Kathaltoli.

Setelah mendengar berita kematian hewan itu, Julhaz Uddin berkata, “Bagus, kalau begitu.”

Selain itu, Ketua Persatuan Parishad mengonfirmasikan bahwa hewan itu dimakamkan di dekat bukit, jauh dari lokasi.

Namun, pembunuhan itu dinilai melanggar Undang-Undang Konservasi dan Keamanan Satwa Liar dan UU Kesejahteraan Hewan yang baru disahkan, kuti Dhaka Tribune.  (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here