Pengibaran Bintang Kejora, Perkawanan atau Perlawanan?

Aksi solidaritas warga Papua
Aksi solidaritas warga Papua. Foto: Fichri Hakim/Indonesia Inside

Foto-Foto: Fichri Hakim

Indonesiainside.id, Jakarta – Aksi solidaritas warga Papua bergerak serentak di sejumlah daerah di Papua, Papua Barat, dan luar Papua. Aksi ini menjadi simbol kuatnya perkawanan bagi warga Papua atas dugaan tindakan rasisme terhadap mahasiwa di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Aksi solidaritas warga Papua mendapat simpati publik. Siapa pun harus menghentikan tindakan rasisme atas nama suku, agama, dan ras. Kerusuhan, pembakaran, dan perusakan pecah di beberapa tempat. Namun luapan amarah sesaat akibat ketersinggungan masih bisa dipahami, meski hukum juga harus tetap tegak.

Ironinya, di balik aksi-aksi mahasiswa Papua, ada massa membawa bendera dan atribut Bintang Kejora. Ada lagu dengan lirik perjuangan kemerdekaan Papua. Ada teriakan “merdeka” setelah bangsa ini merayakan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus lalu.

Tidak hanya di Papua, Papua Barat, Medan, dan Bali. Simbol-simbol tuntutan kemerdekaan Papua itu juga berkibar depan Istana, Kamis (22/8). Peserta Aksi Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme oleh massa dari Papua membawa bendera dan atribut Bintang Kejora di depan Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Berikan hak menentukan nasib sendiri untuk mengakhiri rasisme dan penjajahan di West Papua,” demikian salah satu bunyi spanduk besar yang dibawa massa depan Istana. Simbol sebuah perlawanan? (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here