Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Diorama di museum pendidikan Surabaya, yang menggambarkan santri tengah belajar bersama gurunya. Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Surabaya – Bangunan kolonial dengan penanda tulisan Villa Rivierzicht di tepian sungai Kalimas Surabaya itu kini terlihat menonjol. Keseluruhan bangunannya bercat putih bersih. Jendela kayu yang lebar khas bangunan kolonial serta lantai kuno bermotif dipertahankan bentuknya. Pohon Trembesi tua yang menjulang tinggi di atas atap gedung tak disentuh. Dibiarkan tetap rindang, memayungi bagian belakang gedung.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun bangunan kolonial di jalan Gentengkali 10 Surabaya ini sempat digunakan oleh Perguruan Taman Siswa dan kemudian mangkrak. Dinding seng dengan coretan mural tanpa arti mengelilingi gedung yang menjadi aset negara ini.

Pemerintah Kota Surabaya lewat surat keputusan Kementerian Keuangan nomor 96/KM.6/2019 tentang penyelesaian Status Kepemilikan Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa SMP/SMA Taman Siswa mendapat amanah untuk menggunakan dan merawat gedung ini. Tak perlu waktu lama, bangunan tua inipun segera direnovasi untuk dijadikan museum pendidikan. “Saya sudah lama memimpikan Surabaya memiliki museum pendidikan,” kata Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya kepada wartawan.

Tepat pada hari Guru Nasional 25 November 2019, museum pendidikan sebagai ruang jejak peradaban kota Surabaya diresmikan. Saat ini koleksi museum masih terdiri dari naskah kuno, peralatan cetak, alat tulis kuno, majalah hingga buku pelajaran Sekolah Dasar terbitan Balai Pustaka tahun 1975. Beberapa ruang museum direncanakan untuk ruang bahasa dan ruang matematika yang dapat diakses warga kota secara gratis.

Museum Pendidikan Surabaya membagi empat periode untuk ruang pamerannya. Diawali dengan periode pra aksara, maka klasik, masa kolonial dan masa kemerdekaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kondisi pendidikan Indonesia dari masa ke masa.

Musala, toilet dan taman yang asri melengkapi fasilitas museum. Terbayang, dahulu pelajar Perguruan Taman Siswa beristirahat di bawah rindang pohon Trembesi di belakang sekolah mereka, di tepian Kalimas Surabaya. (Mi)

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Diorama manusia zaman purba yang berada di ruang pertama museum pendidikan Surabaya. Diorama ini menandai zaman pra aksara.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Koleksi manuskrip di bagian pertama ruang pameran museum pendidikan Surabaya.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Diorama di museum pendidikan Surabaya, yang menggambarkan santri tengah belajar bersama gurunya.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Koleksi majalah Kuncung yang merupakan majalah anak-anak terbitan Balai Pustaka. Terbit pada 1956 hingga tahun 1970an.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Sabak, media untuk tulis sebelum digunakannya buku, dipamerkan bersama berbagai jenis alat tulis dan hitung di museum pendidikan Surabaya.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Bagian halaman buku Bahasa Indonesia kelas 1 A, diterbitkan Departeman Pendidikan Republik Indonesia pada tahun 1975.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Pengunjung berada di ruang tengah museum pendidikan Surabaya. Museum pendidikan Surabaya buka tiap hari termasuk hari libur, kecuali hari Senin.

 

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya

Museum Pendidikan, Warisan Peradaban Kota Surabaya
Foto: Mamuk Ismuntoro/Indonesiainside.id

Museum pendidikan Surabaya merupakan bangunan cagar budaya yang pernah digunakan sebagai cabang Perguruan Taman Siswa di Surabaya. Perguruan Taman Siswa adalah sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak pribumi dan didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada 1922 di Yogyakarta.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here