Indonesiainside.id, Nablus – Puluhan orang Samaria mengikuti upacara tradisional perayaan festival Shavuot di puncak Gunung Gerizim di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Minggu (28/6).

Dalam upacara tradisional itu, seorang pendeta Samaria mengangkat sebuah gulungan Taurat yang dikelilingi oleh orang-orang Samaria.

Seperti dikutip Minanews, orang Samaria adalah penduduk wilayah Palestina bagian utara, yang dulunya menjadi wilayah kerajaan Israel Utara dulu kala. Berakar dari Yudaisme yang sama, orang Samaria dan Yahudi memiliki perbedaan besar dalam meyakini situs sakral mereka.

Yahudi percaya bahwa situs suci mereka ada di Yerusalem (Al-Quds) oleh karenanya mereka berusaha menguasai lokasi tersebut. Sementara Samaria percaya bahwa situs tersuci dalam Yudaisme adalah gunung Gerizim yang berada di utara Palestina, bukan Yerusalem. (mi/xh)


 

CjkinzN007036 20200629 CBPFN0A001
Kaum Samaria mengikuti upacara tradisional perayaan festival Shavuot di puncak Gunung Gerizim di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Minggu (28/6). Xinhua/Ayman Nobani

 

CjkinzN007037 20200629 CBPFN0A001
Kaum Samaria mengikuti upacara tradisional perayaan festival Shavuot di puncak Gunung Gerizim di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Minggu (28/6). Xinhua/Ayman Nobani

 

CjkinzN007038 20200629 CBPFN0A001
Seorang pendeta Samaria mengangkat sebuah gulungan Taurat dalam upacara tradisional perayaan festival Shavuot di puncak Gunung Gerizim di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Minggu (28/6). Xinhua/Ayman Nobani

 

CjkinzN007035 20200629 CBPFN0A001
Seorang pria Samaria mengikuti upacara tradisional perayaan festival Shavuot di puncak Gunung Gerizim di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Minggu (28/6). Xinhua/Ayman Nobani

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here