Aturan Live Streaming Facebook Diperketat setelah Serangan Christchurch

oleh: Nurcholis |

 

Indonesianside.id, Jakarta–Facebook mengumumkan keputusan untuk memblokir pengguna yang melanggar aturan baru saat menggunakan fungsi siaran langsung (Live Streaming).

Keputusan itu dibuat setelah penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru bulan lalu yang disiarkan langsung oleh teroris melalui platform Facebook.

Perubahan itu juga terjadi setelah Gedung Putih memutuskan untuk menarik diri dari pertemuan puncak antara para pemimpin negara lain dan perusahaan teknologi di Paris pada hari Rabu (16/5).

Negara-negara yang terkena dampak dan perusahaan-perusahaan terkemuka di Silikon Valley mendukung seruan Perdana Menteri Selandia Baru sehingga semua pihak mengambil tindakan lebih keras terhadap konten ekstremis di media sosial.

Di antara seruan oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern adalah bahwa semua pihak mendukung inisiatifnya untuk memperkenalkan panduan baru untuk penggunaan media sosial, yang dinamakan ‘Christchurch Call’.

Dengan memperluas syarat, ia berharap bisa menyetop penyebaran aksi kekerasan secara online.

“Keputusan Facebook untuk membatasi live streaming adalah langkah pertama yang baik untuk membatasi penggunaan aplikasi sebagai alat untuk terorisme, dan menunjukkan Christchurch Call sedang ditindaklanjuti,” kata Ardern, dalam sebuah keterangan, dilansir Venture Beat.

Christchurch Call sendiri adalah pertemuan yang digagas oleh pemerintah Selandia Baru yang dihadiri oleh para pimpinan perusahaan teknologi untuk menandatangani perjanjian untuk menghilangkan konten kekerasan online

Namun, Amerika Serikat tidak mengirim delegasi ke konferensi yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Gedung Putih mengatakan partainya tidak mendukung inisiatif Ardern dan malah lebih memilih mengambil tindakan yang lebih umum dan kurang spesifik.

Menurut Facebook, mereka telah memperkenalkan aturan satu pukulan untuk menggunakan fitur Facebook Live, fungsi yang memungkinkan pengguna untuk mengirim video secara langsung.

Siapa pun yang melanggar aturan ‘serius’ yang ditetapkan oleh perusahaan media sosial akan diblokir dari menggunakan fungsi Facebook Live.

Akibatnya, jenis kesalahan yang ditetapkan oleh perusahaan juga akan diperluas.

Namun, Facebook tidak menjelaskan secara rinci jenis kesalahan apa yang dapat menyebabkan pengguna platform diblokir atau berapa lama pembatasan akan dilakukan.

Untuk sementara, Facebook juga membatasi akses bagi orang yang pernah melanggar peraturan yang paling serius di platform mana pun. Seorang perwakilan perusahaan hanya menjelaskan bahwa teroris Christchurch, Brenton Tarrant, tidak akan diizinkan untuk menggunakan Facebook Live berdasarkan aturan baru.

Ardern menerima keputusan dengan baik, menggambarkannya sebagai “langkah pertama yang baik dalam mencegah teroris menggunakan aplikasi, serta menunjukkan panduan Christchurch Call.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan media sosial semakin dilemparkan ke dalam kritik karena mereka sering digunakan sebagai platform untuk menyebarkan ideologi ekstremisme, dan menghadapi berbagai masalah privasi.

Perusahaan yang dipimpin CEO Mark Zuckerberg ini mengaku telah menghapus hingga lebih dari 1,5 juta video berisi konten penembakan di masjid di Christchurch hingga 24 jam setelah video tersebut beredar di Facebook. Pada Maret, Facebook mengungkapkan ada lebih dari 900 versi dari video tersebut yang dipublikasikan netizen.(cak)

Berita terkait

Facebook Ingatkan Netizen untuk Hati-Hati saat Berinteraksi Daring

Indonesiainside.id, Jakarta--Manajer Program Kebijakan Facebook Indonesia Dessy Sukendar mengatakan siapa pun termasuk anak-anak harus berhati-hati saat berkomunikasi dan berinteraksi secara daring dengan orang yang...

Facebook Bantah Dapat Keuntungan dari Kebencian

Indonesiainside.id, Jakarta - Facebook menyatakan mereka tidak mendapatkan keuntungan dari ujaran kebencian, menyusul boikot memasang iklan di platform tersebut dari sejumlah perusahaan di Amerika...

Facebook Hapus 220 Akun yang Terlibat Jaringan Kekerasan Ekstremis Sayap Kanan

Indonesiainside.id, Florida – Facebook dikabarkan mengambil tindakan untuk menghapus akun jaringan kelompok yang terkait dengan gerakan "Boogaloo", sebuah ideologi anti-pemerintah yang terobsesi dengan senjata...

Facebook Setuju Audit Kontrol Ujaran Kebencian

Indonesiainside.id, Jakarta - Facebook mengatakan akan melakukan audit untuk mengontrol ujaran kebencian dalam upaya untuk meredakan boikot iklan yang belakangan muncul menyasar platform tersebut. Langkah...

BIN Luncurkan Akun binofficial_ri di Instragram, Twitter dan Facebook

Indonesiainside.id, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) meluncurkan tiga akun resmi di media sosial (medsos) untuk membumikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat dan generasi muda. "Di...

Jual Bayi di Instagram, Tiga Pria Anggota Sindikat Ditangkap

Indonesiainside.id, Teheran – Pemerintah Iran menangkap tiga pria yang berusaha menjual tiga bayi secara online. Seorang bayi berusia 20 hari dan seorang anak berusia...

Facebook dan Google Bertanggung Jawab Menekan Penyebaran Disinformasi Konspirasi Covid-19

Indonesiainside.id, London – Pandemi global virus corona membuat pemerintah, industri teknologi, dan masyarakat terpukul. Bukan hanya dari dampak buruk virus itu, tetapi juga karena...

Facebook Perkenalkan Mode Gelap untuk Aplikasi Seluler

Indonesiainside.id, Jakarta - Setelah meluncurkan mode gelap untuk antarmuka desktop pada awal Mei, Facebook dilaporkan sedang menguji coba mode gelap untuk aplikasi seluler. Facebook saat...

Berita terkini

Pengamat: Wacana Reshuffle Erat Kaitan dengan Relasi Kekuasaan

Indonesiainside.id, Jakarta - Wacana reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah menterinya hingga kini masih menimbulkan spekulasi, karena belum ditindak lanjuti oleh Jokowi. Pakar...
ads3 mekarsari

Antara Kasus Data Denny dan Unggahan Tuduhan Teroris, Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Tidak Diskriminatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menekankan agar penyidik kepolisian, tidak bertindak diskriminatif terhadap aktivis medsos Denny Siregar (DS). Dalam penegakan...

Wikan Sakarinto: Agar Diserap Industri, Peningkatan Kompetensi Lulusan Harus Jadi Perhatian

Indonesiainside.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan saat ini sedang menyusun indikator kinerja utama (IKU) untuk mengevaluasi program "pernikahan massal" antara pendidikan...

Brasil Laporkan 1.214 Kematian Baru Covid-19 Dalam Sehari

Indonesiainside.id, Rio De Janeiro - Brazil melaporkan 45.048 kasus baru virus corona dan 1.214 kematian baru dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Brazil...

Berita utama

Pengamat: Wacana Reshuffle Erat Kaitan dengan Relasi Kekuasaan

Indonesiainside.id, Jakarta - Wacana reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah menterinya hingga kini masih menimbulkan spekulasi, karena belum ditindak lanjuti oleh Jokowi. Pakar...

Antara Kasus Data Denny dan Unggahan Tuduhan Teroris, Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Tidak Diskriminatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menekankan agar penyidik kepolisian, tidak bertindak diskriminatif terhadap aktivis medsos Denny Siregar (DS). Dalam penegakan...

Pedagang Pasar Cibubur yang Pulang Kampung ke Madiun Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Madiun - Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bertambah dua menjadi 37 kasus setelah sekitar setengah bulan tanpa penambahan. Dua kasus...

Krisis Pelecehan Seksual di Mesir Berada pada Tingkat yang Mengkhawatirkan

Indonesiainside.id, Kairo –Kasus pelecehan seksual di Mesir kembali menjadi sorotan, menyusul berita tentang seorang pria berusia 22 tahun yang melecehkan lebih dari 100 mahasiswi,...

1 KOMENTAR

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here