Komunikasi Dunia Berubah, Media Sosial Kini Jadi Wadah Diplomasi Digital

Acara Digital Diplomacy
Acara Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa (10/9). Foto: Antara

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Kebijakan Publik Twitter  Indonesia Agung Yudha mengatakan media sosial kini menjadi wadah untuk berdiplomasi secara digital seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Komunikasi dunia berubah saat ini, yang membuat perubahan cara berkomunikasi dalam hal diplomatik. Hampir semua pemimpin menggunakan platform Twitter ,” ujar Agung dalam acara Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa (10/9).

Dalam presentasinya, Agung menyebutkan sebanyak 951 akun Twitter  adalah milik para pemimpin dunia.

Twitter  menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh pemimpin dunia. Facebook pada urutan kedua dengan 677 akun, sementara Instagram di urutan ketiga dengan 403 akun.

Hal tersebut, menurut Agung, dikarenakan konten Twitter  yang “hidup.”

Twitter  dibuat untuk mendiskusikan sesuatu dan biasanya tempat untuk bertemu orang yang tidak kita kenal secara personal. Pembicaraan yang timbul di Twitter  ini mendukung usaha diplomasi,” kata dia.

Percakapan yang sedang hangat-hangatnya di Twitter  sering kali dimanfaatkan oleh akun kedutaan besar untuk mempromosikan diri.

Sebagai contoh, Yudha menyebutkan, akun @KBRIWashDC memanfaatkan momentum tingginya percakapan Marvel vs DC saat film “Justice League” meluncur pada 2017.

Akun kedutaan besar Indonesia di Washington DC itu ikut dalam obrolan tersebut untuk “mengiklankan” keberadaan kantor kedutaan besar tersebut.

Akun Twitter  Swedia @swedense juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kuliner khas bola daging Swedia, yang bisa ditemui di IKEA. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here