Survei: Gamers Lebih Suka Bermain di Ponsel Pintar

Bermain Games
Ilustrasi Bermain Games. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Sebuah survei yang dilakukan Twitter mengungkapkan bahwa minat yang ditunjukkan oleh gamers di Twitter sejalan dengan biaya yang mereka keluarkan untuk meningkatkan pengalaman bermain game. Jumlah biaya yang dihabiskan tergantung pada kebutuhan dan kemampuan mereka.

Survei Twitter menunjukkan, bahwa 36% dari gamers secara umumnya mengeluarkan biaya sekitar Rp 15.000 sampai Rp 60.000 setiap bulannya. Namun demikian, gamers yang menggunakan PC/laptop ternyata bersedia mengeluarkan lebih banyak.

“Biaya untuk game mereka, ditunjukkan oleh 9% gamers laptop/PC yang menghabiskan lebih dari Rp 150.000 setiap bulan untuk game,” tulis Twitter dikutip Jumat (8/11).

Survei Twitter menunjukkan bahwa 73% pengguna Twitter di Indonesia bermain video games dengan ponsel pintar, PC, konsol dan platform lainnya. Sebanyak 67% dari jumlah tersebut mengklaim, bahwa mereka menggunakan lebih dari satu perangkat.

Mayoritas gamers menggunakan ponsel pintar sebagai perangkat utama (86%), sementara 45% menggunakan PC/laptop, 18% menggunakan konsol, dan 6% menggunakan perangkat game genggam. Terkait sistem operasi, Indonesia didominasi dengan pengguna perangkat mobile Android.

Berdasar survei tersebut, gamers yang menggunakan Laptop/PC lebih memilih untuk bermain game dengan genre aksi/petualangan (56%) dan strategi (52%). Sedangkan, genre game yang populer di kalangan mobile gamers adalah aksi/petualangan (48%), strategi (45%), dan puzzle/casual (44%).

Secara demografis, Twitter juga memetakan jenis game yang diminati oleh gamers perempuan dan laki-laki. Hasil survei menyimpulkan, bahwa 45% gamers perempuan cenderung menyukai genre puzzle/casual, seperti Candy Crush atau Subway Surfers.

“Sementara 47% gamers laki-laki cenderung menyukai genre aksi/petualangan seperti Mobile Legends: Bang Bang atau PUBG Mobile,” tulis Twitter.

Statistica melaporkan, pendapatan segmen Mobile Games di Indonesia mencapai USD624 juta di 2019, potensi industri game di Indonesia juga cukup menjanjikan. Perkembangannya yang pesat mendorong pertumbuhan subsektor periklanan, video, musik, dan lainnya.

“Meningkatnya percakapan tentang gaming di Twitter membuka banyak kesempatan bagi brand dan pengembang untuk menggunakan Twitter saat akan meluncurkan game terbaru, sekaligus terhubung dengan audiens gaming dari berbagai belahan dunia,” katanya. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here