Ketahui Bahaya Pengisi Daya USB di Ruang Publik

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Demi upaya peringatan keamanan, pengacara Distrik Los Angeles telah memperingatkan para pelancong, untuk menghindari pengisian daya smartphone atau perangkat lainnya dengan tidak menggunakan stasiun pengisian daya USB publik.

Hal itu dikarenakan adanya kemungkinan port pengisian USB publik mengandung malware berbahaya. Meskipun perangkat tersebut mungkin terlihat seperti pengisi daya dinding USB biasa, sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyebarkan malware di perangkat iOS.

Pada 2016, peneliti keamanan Samy Kamkar meningkatkan ide lebih lanjut dan menciptakan perangkat berbasis Arduino yang disebut KeySweeper . Perangkat ini menyerupai pengisi daya dinding USB dan dapat memberikan daya ke telepon pintar, tetapi juga menggunakan koneksi nirkabel untuk mengendus, mendekripsi, dan mencatat semua penekanan tombol secara pasif dari keyboard nirkabel Microsoft apa pun dalam jangkauannya.

- Advertisement -

Peringatan Kejaksaan Distrik LA berjudul ” USB Charger Scam ” memberikan informasi kepada konsumen tentang cara penjahat dapat menggunakan pengisi daya dinding USB dan bahkan kabel USB untuk menginfeksi perangkat mereka.

Dikabarkan Tech radar, Sabtu (16/11), pengisi daya dinding USB Pluggable adalah cara yang paling umum bahwa konsumen dapat menjadi korban serangan ” jus jacking ” karena penjahat dapat dengan mudah meninggalkan pengisi daya berbahaya di tempat umum seperti bandara atau hotel.

Namun, para penjahat sekarang juga memiliki kemampuan untuk memuat malware ke stasiun pengisian umum yang berarti bahwa port USB publik juga menimbulkan risiko keamanan.

Dengan cara yang sama bahwa pengisi daya ‘secara tidak sengaja’ tertinggal, begitu pula kabel USB dan Kabel OG , yang diungkapkan pada konferensi keamanan siber tahun ini, adalah contoh terbaru tentang bagaimana malware sekarang dapat disembunyikan di dalam Kabel USB itu sendiri.

Untuk menghindari menjadi korban serangan “ jus jacking ”, pejabat LA merekomendasikan agar para pelancong menggunakan outlet listrik AC dan bukannya stasiun pengisian USB dan mereka membawa charger sendiri saat bepergian. Meskipun bepergian tentu saja menyenangkan, ini juga merupakan waktu di mana konsumen cenderung menjadi korban penipuan atau bahkan serangan cyber. (PS)

Berita terkini

Mobil Listrik Makin Murah Mulai Tahun Depan

Indonesiainside.id, Jakarta - Seiring kemajuan dalam pengembangan teknologi baterai, mobil listrik harganya bakal semakin terjangkau, setidaknya mulai tahun depan. Untuk yang beredar sekarang ada...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Novak Djokovic Kembali Sumbang Dana Untuk Tangani Covid-19 di Negaranya

Indonesiainside.id, Jakarta - Petenis putra nomor 1 dunia Novak Djokovic menyumbangkan RSD5 juta atau sekitar Rp.695 juta untuk membantu sebuah kota di barat daya...

Kejamnya Rezim Bashar al-Assad, Tetap Tidur Nyenyak Meski Banyak Anak-Anak Tewas Diterjang Peluru dan Bom Pasukannya

Indonesiainside.id, Al Bab - Seorang anak perempuan berusia 10 tahun tewas karena tertembak oleh pasukan rezim Bashar al-Assad pada Rabu(1/7) di distrik al-Bab, Suriah...

Uji Coba Buka Destinasi Wisata, Prambanan dan Ratu Boko Terapkan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menerapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan yang berkunjung...

Berita terkait

Mobil Listrik Makin Murah Mulai Tahun Depan

Indonesiainside.id, Jakarta - Seiring kemajuan dalam pengembangan teknologi baterai, mobil listrik harganya bakal semakin terjangkau, setidaknya mulai tahun depan. Untuk yang beredar sekarang ada...

Facebook Bantah Dapat Keuntungan dari Kebencian

Indonesiainside.id, Jakarta - Facebook menyatakan mereka tidak mendapatkan keuntungan dari ujaran kebencian, menyusul boikot memasang iklan di platform tersebut dari sejumlah perusahaan di Amerika...

Keamanan Siber jadi Prioritas Dunia, UMM Buka Prodi Cyber Security

Indonesiainside.id, Malang--Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam waktu dekat Sebuah Program Studi Diploma 4 (D4) Studi Baru Cyber Security dan Digital Forensik. Kabar ini disampaikan...

Facebook Hapus 220 Akun yang Terlibat Jaringan Kekerasan Ekstremis Sayap Kanan

Indonesiainside.id, Florida – Facebook dikabarkan mengambil tindakan untuk menghapus akun jaringan kelompok yang terkait dengan gerakan "Boogaloo", sebuah ideologi anti-pemerintah yang terobsesi dengan senjata...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here