Astronom Temukan Asteroid di Orbit Venus

Indonesiainside.id, California – Tim peneliti di Institut Teknologi California (Caltech) telah menemukan sebuah asteroid langka yang mengorbit di kungkungan ruang bagian dalam tata surya, demikian menurut laporan yang dirilis Caltech pada Rabu (15/1).

Asteroid tersebut ditemukan oleh Zwicky Transient Facility (ZTF) milik Caltech, sebuah kamera pengamat di Observatorium Palomar.

Benda langit temuan baru yang diberi nama 2020 AV2 itu merupakan asteroid pertama yang ditemukan mengorbit sepenuhnya di dalam orbit Venus.

“Melewati orbit Venus pasti sangat sulit,” ujar George Helou, yang menjabat direktur eksekutif di pusat astronomi Pusat Analisis dan Pemrosesan Inframerah (Infrared Processing & Analysis Center/IPAC) di Caltech dan mitra peneliti ZTF, yang menjelaskan bahwa asteroid tersebut pasti telah bermigrasi ke Venus dari lokasi asalnya yang berada lebih jauh lagi di sistem tata surya.

“Satu-satunya cara untuk dapat keluar dari orbitnya adalah jika asteroid itu terlempar keluar akibat pertemuan gravitasional dengan Merkurius atau Venus, tetapi kemungkinan justru asteroid itu akan menabrak salah satu dari kedua planet tersebut,” kata Helou.

Asteroid 2020 AV2 tergolong dalam kelas asteroid yang dikenal sebagai Atira, benda-benda langit berorbit yang masuk ke dalam orbit Bumi. Lebih spesifik lagi, asteroid itu merupakan asteroid “Vatira” pertama, dengan “V” yang merupakan singkatan dari Venus, menurut Caltech.

Kamera ZTF sangat piawai dalam menemukan asteroid karena alat tersebut memindai seluruh langit dengan cepat. Dengan demikian, kamera itu dapat menangkap asteroid yang muncul sekejap di langit malam.

Asteroid tersebut membentang sekitar 1-3 kilometer dan memiliki orbit memanjang yang miring sekitar 15 derajat terhadap bidang tata surya.

Saat mengelilingi matahari selama 115 hari, asteroid itu selalu melakukan perjalanan di dalam orbit Venus. Namun, ketika tiba pada posisi yang paling dekat dengan matahari, asteroid tersebut berada sangat dekat dengan orbit Merkurius, papar Caltech. (EP/xh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here