Meski Ada Radiasi Nuklir, Warga Perum Batan Indah tak Perlu Dievakuasi

jumpa pers bapeten
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (kedua dari kanan), Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto, (kanan), Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, (ketiga dari kanan) dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (keempat dari kanan) berbicara dalam konferensi pers terkait Radiasi di Perumahan Batan Indah Serpong, di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta. Foto: Antara.

Indonesiainside.id, Jakarta – Evakuasi terhadap warga di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, tak diperlukan. Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jazi Eko Istiyanto, menyatakan hal itu terkait ditemukannya sumber paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J di wilayah perumahan itu.

Menurut Jazi, dosis radiasi tidak mengancam signifikan dan saat ini sudah turun drastis. “Tidak perlu evakuasi, itu diperkuat oleh pernyataan menteri kesehatan juga hari ini bahwa tidak perlu evakuasi,” tutur Jazi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta, Selasa (18/2).

Pada saat awal ditemukan, ujarnya, paparan radiasi di area tanah kosong itu sebesar 200 mikrosievert (mikroSv) per jam. Pada Senin (18/02) sore, dosis radiasi di area itu menurun menjadi 28 mikrosv per jam karena dilakukan proses dekontaminasi. Dekontaminasi dilakukan untuk membersihkan wilayah itu dari paparan radiasi demi keselamatan warga.

Saat ini, katanya,  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Bapeten, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus melakukan dekontaminasi. Caranya dengan pengambilan atau pengerukan tanah yang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi. Pengangkatan serpihan sumber radioaktif Cesium 137 juga sudah dilakukan.

Jazi menjelaskan Cesium 137 merupakan bahan radioaktif tunggal yang menjadi sumber paparan radiasi di lahan kosong tersebut. Tidak ada bahan radioaktif lain ditemukan saat dilakukan deteksi dan penelusuran di wilayah itu.

Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengatakan di area Perumahan Batan Indah itu ada sebanyak 21 rukun tetangga (RT) dengan hampir 1.000 kepala keluarga (KK). Sebanyak 5.000-an warga tinggal di kompleks itu dan sekitar 1.600-an merupakan anak-anak. Airin berharap nilai paparan radiasi terus berkurang hingga akhirnya mencapai ambang batas normal.

Paparan radiasi pertama kali diketahui oleh sensor bahan radioaktif saat Bapeten melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di Perumahan Batan Indah. Kemudian, paparan radiasi itu dideteksi oleh unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS – MONA) yang dimiliki Bapeten sejak 2013 untuk keperluan kesiapsiagaan nuklir.

Pada 30-31 Januari 2020, Bapeten melakukan deteksi radioaktivitas di lingkungan Jabodetabek yang meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong. Dari kegiatan itu, ditemukan adanya nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal di area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here