Populer di AS, Senator Partai Republik Usulkan Peraturan Larang TikTok

Ariel Rebecca Martin (19), dikenal di TikTok dengan @BabyAriel. Tahun 2015, namanya mulai populer saat platform ini masih bernama Musical.ly sebelum kemudian membuat akun TikTok sendiri dengan pengikut lebih dari 30,2 juta

Indonesiainside.id, Washington-Senator Amerika Serikat (AS) menyampaikan usulan regulasi yang melarang pegawai federal menggunakan aplikasi TikTok pada telepon pintar fasilitas negara. Usulan ini disampaikan dua senator AS dari Partai Republik pada hari Kamis (13/3).

Usulan itu muncul di tengah perhatian terhadap keamanan siber melalui TikTok. Dengan aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan Cina, pengguna di AS mungkin bisa berbagi data dengan pemerintah Beijing.

Regulasi yang diusulkan oleh Josh Hawley dan Rick Scott itu menyusul peraturan serupa yang telah diterapkan oleh sejumlah badan pemerintahan AS terkait keamanan nasional dan isu intelijen. Di antaranya adalah Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri.

Langkah ini juga disebut sebagai upaya mempertahankan perusahaan teknologi milik Hawley yang berulang kali bentrok dengan perusahaan teknologi besar dunia.

TikTok dimiliki oleh perusahaan Cina dengan anggota Partai Komunis Cina dalam jajaran direksi, dan perlu aturan hukum untuk berbagi data pengguna dengan pemerintah Cina,” ujar Hawley.  “Dengan banyaknya badan federal kita yang telah menyadari bahwa TikTok adalah ancaman keamanan terbesar bagi AS, maka tidak ada tempat bagi aplikasi ini di perangkat komunikasi pemerintah.”

Untuk diketahui, TikTok sangat cepat populer di AS belakangan ini, khususnya bagi para remaja. Sekitar 60% dari 26,5 juta pengguna bulanan aktif di AS berusia 16 sampai 24 tahun, menurut keterangan perusahaan pengembang TikTok tahun lalu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here