Tips Sukses SBNPTN dan Daftar PTS Mudah Via goKampus

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam era digital seperti sekarang, mendaftar sebagai calon mahasiswa di satu universitas pun bisa dilakukan secara daring dalam genggaman alias cukup melalui smartphone.

Melalui aplikasi goKampus, misalnya, calon mahasiswa bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan mudah dan jauh lebih sederhana.

Berkat fitur Instant Approval di aplikasi goKampus, calon mahasiswa bisa mendaftar ke PTS ternama cukup dengan mengunggah foto nilai rapor dan hasilnya langsung diumumkan dalam hitungan menit dan gratis.

“Untuk pertama kalinya di Indonesia, calon mahasiswa bisa mendaftar ke ratusan universitas swasta hanya lewat satu aplikasi pendaftaran saja di goKampus,” jelas Nathanael Santoso, CEO goKampus, dalam siaran persnya, Selasa (30/6).

“Ini bisa menjadi solusi alternatif bagi siswa yang ingin terus menimba ilmu di bangku kuliah tanpa ketinggalan waktu belajar dari teman-temannya.”

Aplikasi goKampus, yang tersedia baik untuk perangkat Android maupun iOS, juga memiliki fitur untuk menemukan info beasiswa dan pendanaan kuliah untuk membantu rencana pendidikan. Informasi lebih lengkapnya bisa diakses melalui laman https://www.gokampus.com.

Sebulan menjelang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang bakal diikuti 636.586 calon mahasiswa melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020, goKampus juga berbagi tips agar siswa sukses menjalani seleksi itu. Berikut kiatnya:

1. Memahami seluk beluk UTBK

UTBK tahun ini hanya akan mengujikan Tes Potensi Skolastik (TPS) saja. Dengan begitu, para siswa tidak perlu lagi mempersiapkan diri untuk Tes Kompetensi Akademik (TKA) seperti tahun-tahun sebelumnya.

TPS memiliki empat sub tes, yakni penalaran umum, pemahaman bacaan, pengetahuan umum, dan pengetahuan kuantitatif. Di tahun ini, akan ada sekitar 20 persen dari komposisi pertanyaan yang akan menggunakan bahasa Inggris.

Durasi ujian dan jumlah soal tahun ini berubah. Bila tahun lalu jumlah soalnya ada 80 dan durasinya 120 menit, tahun ini durasinya berkurang menjadi 105 menit, dengan jumlah soal lebih sedikit meskipun belum diumumkan pastinya.

2. Rutin latihan

“Sering-sering latihan soal. Ulik soal dari tahun terlama sampai yang terbaru,” jelas Zanira Fachri, mahasiswi Universitas Indonesia angkatan 2015, yang ditanyai goKampus.

Kemudian, cari referensi dari sumber lain, jangan mengandalkan satu atau dua sumber saja karena pasti akan ada perbedaan.

Naomi Maria Neysa, mahasiswi ITB angkatan 2016 juga menyarankan untuk mematok target passing grade saat mengerjakan latihan tryout. “Setelah mengetahui jurusan mana yang menjadi target utama, segera pasang target nilai minimum (passing grade) berdasarkan hasil SBMPTN tahun sebelumnya. Perlu fokus belajar dan mengurangi porsi kegiatan lain, seperti main game atau nonton film.

3. Pastikan kondisi fit saat unjian

Rachmah Pristiana, mahasiswa IPB angkatan 2015, mengingatkan peserta didik untuk menjaga kondisi badan. “Jangan begadang di hari-hari sebelumnya agar fisik saat mengerjakan tes bisa fokus dan tidak drop,” ujarnya.

Peserta juga sebaiknya tiba di lokasi ujian minimal satu jam sebelum tes.”Dan yang terpenting, adalah selalu berdoa,” jelas Rachmah.

4. Siapkan rencana B

Faktanya, hanya 23 persen dari jumlah total peserta terdaftar ujian yang akan diterima ke PTN yang dipilih. Hal ini tidak menandakan bahwa 77 persen peserta tidak layak dalam pilihannya, namun memang adanya keterbatasan kuota penerimaan dalam universitas negeri.

Jika tidak mungkin menunda masuk PTN tahun berikutnya, segera tentukan pilihan untuk masuk PTS sesuai pilihan dan harapan. “Menurut saya, yang lebih penting itu adalah peminatan jurusan kita, tidak hanya semata lulus di PTN. Karena takutnya kuliah jadi tidak maksimal bila tidak sesuai dengan passion. Dan di swasta juga banyak yang bagus dari segi jurusan,” jelas Rachmah.

Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas PTS juga naik daun dan menghasilkan banyak lulusan berkualitas internasional. Peringkat universitas dunia dari QS World University Ranking 2021 pun menunjukkan bahwa 23 persen dari daftar universitas terbaik Indonesia merupakan PTS. (Ant/Msh)

Berita terkait

Berita terkini

PKK Menculik 4 Anak dalam Seminggu

Indonesiainside.id, Ankara--Organisasi teroris YPG / PKK menculik empat anak lagi, termasuk dua anak perempuan, pekan lalu untuk memaksa mereka masuk angkatan bersenjata. Organisasi teroris...
ads3 mekarsari

Menang Tipis 1-0, Barcelona Tempel Madrid dan Espanyol Terdegradasi

Indonesiainside.id, Barcelona - Blaugrana memenangkan Derbi Catalunya edisi kedua La Liga musim ini dengan skor tipis 1-0 atas Espanyol dalam jornada ke-35 tanpa penonton...

Menang 2-1 di Kandang Genoa, Napoli Duduki Peringkat Lima Klasemen Serie A

Indonesiainside.id, Naples - Napoli menaklukkan Genoa dengan skor 2-1 dalam pertandingan Serie A yang dimainkan di Stadion Luigi Ferraris, Kamis (9/7) dini hari WIB....

Manchester City Amuk Newcastle United Lima Gol Tanpa Balas

Indonesiainside.id, Manchester - Manchester City menjadikan Newcastle United pelampiasan atas kekalahan yang mereka derita di pertandingan sebelumnya. The Citizens pesta pora lima gol tanpa...

Berita utama

Seorang Pengusaha Dilaporkan ke Polisi karena Meraba Tubuh Wanita di Dalam Lift

Indonesiainside.id, Dubai - Seorang pengusaha di Dubai harus berurusan dengan kepolisian setempat karena melakukan perbuatan tercela di tempat umum. Dia didakwa telah menggerayangi seorang...

Kerusuhan Pecah di Serbia Pasca Pemberlakuan Jam Malam

Indonesiainside.id, Beograd - Kerusuhan pecah setelah ratusan orang berunjuk rasa memprotes pemberlakuan kembali jam malam akhir pekan menyusul melonjaknya kasus baru Covid-19 di Beograd,...

Sekali Lagi, MPR Peringatkan Presiden: Ambil Langkah Tegas soal RUU HIP

Indonesiainside,id, Jakarta - Pimpinan MPR kembali memberikan peringatan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah tegas terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). MPR...

“Botol Kosong” dalam Kasus Novel Baswedan Jadi Masalah Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Proses peradilan terkait kasus penyiraman dengan air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sedang berproses. Namun, ada saja...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here