Larang TikTok, Rusia Anggap Tindakan AS Contoh “Mengerikan” Persaingan Ekonomi

Maria Zakharova

Indonesiainside.id, Moskow— Upaya Amerika Serikat (AS) untuk menekan TikTok, merupakan contoh “mengerikan” dari persaingan ekonomi yang tidak adil. Pelarangan aplikasi berbagi video pendek yang tengah naik daun ini dinilai, demi menjaga dominasi AS di ruang informasi internasional, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Sabtu (8/8).

“Tindakan otoritas AS bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ekonomi pasar bebas dan melanggar peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” ujar Zakharova dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke situs web kementerian tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (6/8) mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang segala bentuk transaksi AS dengan perusahaan teknologi China ByteDance, pemilik TikTok, mulai 45 hari sejak diumumkan.  Washington juga mengancam akan melarang kegiatan bisnis TikTok di AS jika perusahaan itu tidak dijual ke perusahaan AS sebelum 15 September.

Pembatasan tersebut melanggar sederet kewajiban internasional yang harus dipenuhi Washington dalam menjamin distribusi informasi secara bebas dan luas. Pilihan bebas terkait sumber informasi, serta mendorong kerja sama di area terkait, tutur Zakharova.

Lebih lanjut, juru bicara itu mengatakan bahwa Moskow meminta Washington untuk mempertimbangkan kembali metodenya dalam mempertahankan monopoli sejumlah raksasa teknologi informasi AS di jaringan sosial internasional. Ia berharap memastikan mereka memenuhi nilai-nilai yang diterima secara umum dan norma hukum internasional.

“Kami berharap berbagai struktur internasional khusus dan organisasi hak asasi manusia akan menunjukkan reaksi yang tepat serta memberikan penilaian yang adil terhadap tindakan ini,” imbuhnya.  (ant/xh/NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here