NASA Temukan Air di Permukaan Bulan yang Terkena Sinar Matahari

Indonesiainside.id,  Washington– Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA), teleskop inframerah milik NASA yang beroperasi di stratosfer, untuk kali pertama mengonfirmasi keberadaan air di permukaan Bulan yang terkena sinar matahari, demikian diumumkan badan antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut pada Senin (26/10). Penemuan ini menunjukkan bahwa air mungkin terdistribusi ke seluruh permukaan Bulan, dan tidak terbatas pada tempat-tempat yang dingin dan gelap, kata NASA.

“Kami mengonfirmasi air pada permukaan Bulan yang terkena sinar matahari untuk kali pertama menggunakan @SOFIAtelescope. Kami belum tahu apakah kita dapat menggunakannya sebagai sumber daya, tetapi mempelajari tentang air di Bulan adalah kunci untuk rencana eksplorasi #Artemis kami,” cuit Administrator NASA Jim Bridenstine di Twitter.

Penerbangan SOFIA berikutnya akan mencari air di lokasi lain yang terkena sinar matahari dan selama fase bulan yang berbeda untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana air tersebut diproduksi, disimpan, dan bergerak melintasi Bulan. Data tersebut akan melengkapi pekerjaan misi Bulan di masa depan, untuk membuat peta sumber daya air pertama di Bulan untuk eksplorasi ruang angkasa manusia di masa depan, menurut NASA.

SOFIA adalah proyek gabungan NASA dengan Pusat Kedirgantaraan Jerman. (NE/ant/xh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here