China Bangun Pusat Superkomputer di Gua Yungang

Indonesiainside.id, Jakarta -Terletak di Institut Riset Gua Yungang di Provinsi Shanxi, China utara, fasilitas baru itu digambarkan sebagai pusat superkomputer pertama dalam sektor arkeologi China.

“Mampu melakukan 234 triliun kalkulasi per detik, pusat itu akan menyimpan dan memproses data dalam jumlah sangat besar yang dihasilkan dalam proses pemindaian tiga dimensi gua Buddha tersebut,” ujar Ning Bo, Direktur Kantor Digitalisasi di institut tersebut, melansir Xinhua, Jumat(6/11).

Sejak 2003, Situs Warisan Dunia UNESCO itu telah memulai upaya digitalisasi 45 gua utamanya dan lebih dari 59.000 patung batu yang terancam pelapukan akibat cuaca. Pesawat nirawak (drone) dan pemindai genggam digunakan untuk merekam detail-detail karya seni Buddhisme tersebut, membuka jalan bagi rekonstruksi digital tiga dimensinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi yang lebih canggih telah digunakan untuk menangkap desain rumit kompleks gua tersebut, dengan resolusi mencapai sekitar 12 piksel per 1 milimeter.

Namun, mengolah data berukuran sangat besar yang dihasilkan melalui proses ini memunculkan tantangan sulit. Menurut Ning, pusat itu akan memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk data-data gua tersebut, termasuk bentuk, warna, dan dokumen sejarah pemeliharaannya.

Selain membangun bank data, pusat superkomputer yang ditenagai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) itu juga diharapkan dapat menjajaki fungsi-fungsi digitalisasi lainnya, dengan bantuan perangkat lunak baru.

“Dengan data yang terkumpul, kami akan dapat memprediksi bagaimana proses pelapukan patung-patung tersebut dari waktu ke waktu, sehingga dapat memberikan informasi dalam pengambilan keputusan tentang metode perbaikannya,” papar Ning. “Kami bahkan dapat menyimpulkan bagaimana perkembangan tampilannya melalui pemantauan data dalam jangka panjang.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here