Menristek Berharap Keberadaan Artificial Intelligence Bantu Pengembangan Bisnis

Robot yang teknologinya semakin berkembang. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengembangan kecerdasan artifisial di Indonesia ke depan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bagi bisnis dan efisiensi investasi sumber daya manusia.

“Teknologi kecerdasan artifisial diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bagi bisnis, efisiensi investasi sumber daya manusia dan mendorong inovasi di berbagai sektor,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020 sebagai bagian dari rangkaian acara dalam penutupan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 di Jakarta, Selasa(10/11).

Menristek Bambang mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Menurutnh, pandemi COVID-19 telah mendorong peran ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi lebih kuat dengan adanya kolaborasi antarpemangku kepentingan, sehingga banyak produk inovasi yang diluncurkan, khususnya di bidang kecerdasan artifisial.

Indonesia sudah memiliki Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA). Stranas KA merupakan arah kebijakan nasional dalam pengembangan teknologi kecerdasan artifisial.

Bambang berharap program-program dalam Stranas KA yang memuat area fokus dan bidang prioritas dalam pengembangan dan penerapan teknologi dapat dilaksanakan dengan baik oleh berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah memberikan waktu dan tenaga serta pemikirannya untuk melaksanakan kegiatan Indonesia Artifisial Intelligence Summit 2020 ini. Semoga acara ini dapat berjalan dengan sukses serta memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here