Oleh: M Aulia Rahman
Indonesiainside.id, Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat ada tren positif terkait sampah di ibu kota selama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijiriah. Volume sampah menurun akibat banyaknya masyarakat Jakarta yang mudik ke kampung halaman.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Djafar Muchlisin, mengakui terjadinya penurunan drastis volume sampah di ibu kota selama libur Lebaran. “Penurunan drastis sampah selama dua hari itu karena warga pulang kampung semua. Itu penurunannya signifikan sekali, jauh sekali dari hari biasa,” tuturnya, Sabtu (8/6).
Ia menambahkan, pada hari pertama Lebaran, Rabu (5/6), terdapat sekitar 350 ton sampah yang masuk ke tempat pembuang akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi. Sedangkan di hari kedua mencapai 350-450 ton. “Kondisinya seperti itu laporan dari TPA Bantargebang,” imbuhnya.
Menurut dia, pada hari-hari biasa, volume sampah warga ibu kota mencapai 7.500 ton per harinya, sehingga terjadi penurunan volume sampah yang masuk ke TPA Bantargebang dengan jumlah yang signifikan. “Itu penurunan loh dari biasanya 7.500 ton per hari. Hari Lebaran pertama kan cuma 350 ton, ya kurang lebih itu ada sekitar 30-40 persenan menurun,” paparnya.
Saat ditanya terkait volume sampah di tempat-tempat wisata, ia meyakini jumlah sampah yang diangkut ke TPA Bantargebang itu sudah termasuk semuanya. “Itu kalau untuk yang di tempat-tempat wisata, mungkin karena ini datanya dari Bantargebang, berarti sudah termasuk itu,” katanya.
Adapun jenis sampah di hari pertama dan kedua Lebaran didominasi oleh sampah- sampah makanan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Ini karena pada saat itu-kan mayoritas masyarakat banyak mengolah makanan untuk hari raya, baik dari sayur-sayuran dan buah-buahan. (AS)














