Indonesiainside.id – Setelah seharian bekerja keras, malam hari sering menjadi satu-satunya waktu untuk bersantai, mengobrol, menonton acara favorit, atau sekadar menggulir media sosial. Namun, kebiasaan ini tanpa sadar mendorong banyak orang untuk begadang dan mengorbankan waktu tidur.
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah di pagi hari, tetapi juga berdampak serius pada fungsi otak dan kesehatan jantung. Direktur dan Kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Sarvodaya, dr. Ritu Jha, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat mempercepat penurunan kognitif.
“Ketika kita tidur terlalu sedikit atau tidur terfragmentasi, otak tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan proses pembersihan limbah. Akibatnya, gangguan memori dan penurunan fungsi otak bisa muncul lebih awal,” ujarnya, dikutip Hindustan Times, Kamis (30/10).
Menurutnya, dampak kurang tidur terhadap daya ingat tidak hanya terjadi pada lansia. “Masalah kognitif kini juga banyak ditemukan pada usia produktif karena kebiasaan begadang,” tambahnya.
Tak hanya otak, jantung juga ikut menanggung akibat dari kurang tidur.
Direktur Kardiologi Intervensi di Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max, Mumbai, dr. Praveen Kulkarni, menegaskan bahwa tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem kardiometabolik.
“Kurang tidur kronis dapat meningkatkan kadar hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang). Ini memicu penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme,” jelas dia.
Selain itu, kadar hormon stres kortisol juga meningkat pada individu yang kurang tidur, menyebabkan peradangan kronis, peningkatan gula darah, serta risiko penumpukan plak di pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa berujung pada serangan jantung.
“Tidur yang cukup, sekitar 7 hingga 8 jam setiap malam, sangat penting untuk menjaga ritme hormon dan memberi waktu bagi jantung untuk beristirahat,” imbau dr. Kulkarni.
Jadi, sebelum menekan tombol “next episode” atau terus menggulir ponsel hingga dini hari, ingatlah bahwa tidur bukan sekadar jeda, melainkan kunci utama menjaga fungsi otak dan kesehatan jantung tetap prima.














