Indonesiainside.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional dalam kondisi aman dan mencukupi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepastian tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja ke Integrated Terminal Jakarta (ITJ), salah satu infrastruktur strategis energi nasional milik PT Pertamina (Persero). Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran direksi Pertamina dalam rangka memastikan kesiapan pasokan dan distribusi energi selama masa Nataru.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin.
Bahlil menjelaskan, Integrated Terminal Jakarta memiliki peran strategis karena menyuplai sekitar 15 persen cadangan BBM nasional serta memenuhi sekitar 45 persen kebutuhan BBM wilayah Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta, dan Banten, termasuk pasokan LPG.
Ia menegaskan, stok BBM dan LPG nasional saat ini berada di atas standar minimum cadangan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Standar minimum cadangan nasional berada pada kisaran 17 hingga 18 hari. Saat ini, rata-rata cadangan BBM nasional berada di angka sekitar 20 hari, mendekati batas maksimal 21 hari. Itu semua kebutuhan kita di atas standar minimum nasional. Jadi nggak perlu ada keraguan apa-apa. LPG juga di atas standar minimum nasional,” ungkap Bahlil, dikutip Selasa (30/12).
Selain itu, Menteri ESDM juga menyoroti kelancaran distribusi energi di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya distribusi BBM dan LPG ke wilayah seperti Bener Meriah dan sekitarnya sempat terkendala akibat terputusnya akses darat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, distribusi energi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat hingga akses darat kembali terbuka.
Bahlil menambahkan, sejumlah wilayah seperti Takengon, Kabupaten Bener Meriah, dan Aceh Tengah kini berangsur normal. Seiring terbukanya akses darat, distribusi BBM kembali dilakukan menggunakan mobil tangki.
Sebagai langkah tambahan, Bahlil meminta Satgas Pertamina untuk mengoperasikan SPBU di wilayah terdampak bencana selama 24 jam guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
“Alhamdulillah, dalam tiga hingga empat hari terakhir, akses darat mulai terbuka sehingga distribusi BBM sudah bisa dilakukan menggunakan mobil tangki. Saya sudah berdiskusi dengan Pak Simon agar membuka SPBU di wilayah tersebut selama 24 jam agar semuanya bisa terlayani dengan baik,” tutup Bahlil.














