Indonesiainside.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
Indonesiainside.id
No Result
View All Result
Home News Humaniora

Banyak Pasangan Baru di Jakarta, Anggota Komisi IX Pertanyakan Program BKKBN

Oleh AH Kholis
Wed, 27 Mar 2019 - 20:14
Anggota Komisi IX DPR RI asal daerah pemilihan Jakarta Timur Ahmad Zainuddin

Anggota Komisi IX DPR RI asal daerah pemilihan Jakarta Timur Ahmad Zainuddin

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta—Anggota Komisi IX DPR RI asal daerah pemilihan Jakarta Timur Ahmad Zainuddin mengatakan, sosialisasi mengenai keluarga berencana dan kesehatan reproduksi sangat bermanfaat bagi masyarakat, di tengah lonjakan jumlah penduduk DKI Jakarta.

“Jumlah penduduk DKI Jakarta mengalami lonjakan signifikan. Program kependudukan yang selama ini berjalan di Ibukota jadi sorotan,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima indonesiainside.id, Rabu (27/03).

Baca Juga

Pemprov DKI Diminta Gelar Vaksinasi Kucing Massal

1.767 Hewan Penular Rabies di Jaksel Divaksinasi per April 2026

07/05/2026 - 09:53
Pramono Sebut Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

Pramono Sebut Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

07/05/2026 - 08:30

Menurut Ahmad Zainuddin, di Jakarta, masih banyak pasangan baru menikah yang belum memahami bagaimana merencanakan pembangunan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Menurutnya, sejak 2012 jumlah penduduk di Jakarta tercatat sudah sebanyak 9,7 juta penduduk. Setahun kemudian, jumlah itu meningkat menjadi 9,8 juta penduduk atau naik 2,32 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2016, angka jumlah penduduk naik menjadi 10,28 juta penduduk dan bertambah menjadi 10,37 juta jiwa pada 2017. Jumlah penduduk DKI Jakarta akan mencapai puncak tertingginya pada 2040, yakni mencapai 11,28 juta jiwa.

Peningkatan jumlah penduduk di Jakarta akan berdampak pada persoalan sosial kependudukan yang makin kompleks. Apalagi jika program seperti Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Keluarga Berencana (KB) khususnya di DKI Jakarta kembali bermasalah. Padahal program sosial Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Jakarta juga tengah mengalami ancaman ledakan penduduk akibat urbanisasi dan angka kelahiran yang tinggi. Apalagi saat ini, lanjut dia, Indonesia tengah mengalami limpahan usia produktif yang disebut bonus demografis.

“Tapi sayangnya saya dengar program BKKBN di Jakarta lagi-lagi bermasalah. Jika benar, sangat disayangkan. Karena tahun 2018 ada beberapa program BKKBN tidak berjalan di Jakarta,” ujar Zainuddin di sela-sela kunjungan dapilnya di Jakarta Timur.

Zainuddin mengaku belum mengetahui detil persoalannya. Namun dia mengatakan Komisi IX akan mengkonfirmasi langsung ke BKKBN dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta terkait hal tersebut. Sebab berbeda dengan Jakarta, Sosialisasi Advokasi KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama mitra kerja tersebut justru berjalan di daerah lain.

“Ada apa dengan Dinas PPAPP DKI,” imbuh Anggota Komisi IX DPR-RI dari FPKS ini.

Zainuddin mengingatkan, program sosialisasi Keluarga Berencana merupakan salah satu program strategis pemerintah termasuk ke dalam agenda RPJMN 2015-2019. Pemerintah pusat menurunkan anggaran untuk program BKKBN ke Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 7,2 miliar untuk tahun 2018. Seharusnya, lanjut dia, sosialisasi penyadaran tentang problem keluarga dan kependudukan kepada masyarakat harus terus dilakukan.

“Ini juga terkait komitmen program kerja dan anggaran yang dibahas bersama Komisi IX dan BKKBN. Jika tidak berjalan, berarti ada anggaran yang tidak terserap. Kami akan bahas ini di Komisi IX,” pungkasnya. (cak)

Tags: BKKBNDKI jakartaJakartaKeluarga Berencanakependudukan
Share2TweetSendShare

Rekomendasi Berita

Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar
Humaniora

Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar

16/05/2026 - 16:43
Reputasi, Medan Pertarungan Baru Korporasi
Humaniora

Reputasi, Medan Pertarungan Baru Korporasi

16/05/2026 - 13:32
Program Dai 3T Lampaui Target, Kemenag Kirim 2.199 Dai ke Pelosok Negeri
Humaniora

Program Dai 3T Lampaui Target, Kemenag Kirim 2.199 Dai ke Pelosok Negeri

15/05/2026 - 22:10
Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi al Bantani Segera Dibangun, Lokasinya di Banten
Humaniora

Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

15/05/2026 - 21:26
Scoot Buka Rute Langsung Singapura–Belitung, Upaya Penguatan Konektivitas Wisata Internasional
Humaniora

Scoot Buka Rute Langsung Singapura–Belitung, Upaya Penguatan Konektivitas Wisata Internasional

15/05/2026 - 14:54
Andi Muawiyah Bela Siswa LCC 4 Pilar, Soroti Juri yang Tak Adil
Humaniora

Andi Muawiyah Bela Siswa LCC 4 Pilar, Soroti Juri yang Tak Adil

13/05/2026 - 09:51

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Berita Populer

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17 May 2026
MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17 May 2026
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17 May 2026
Prabowo: Banyak Negara Kini Minta Pupuk dari Indonesia

Prabowo: Banyak Negara Kini Minta Pupuk dari Indonesia

17 May 2026

Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur
Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur

22/08/2025 09:37

Dunia tidak baik-baik saja. Perang bisa pecah kapan saja, dari Laut Cina Selatan sampai Ambalat. Indonesia memang bangga disebut negara...

Headline

Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

17/05/2026 20:43
Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17/05/2026 11:54
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17/05/2026 10:46
MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17/05/2026 10:38
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Privacy Policy
Indonesiainside.id

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Populer
  • News
    • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Humaniora
    • Internasional
    • Nusantara
  • Ekonomi
  • Agribisnis
  • Migas
  • Metropolitan
  • Palestina
  • Khazanah
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Tekno
  • Risalah
  • Narasi
  • Indeks Berita

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.