Indonesiainside.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa di saat banyak negara tengah dilanda ketidakstabilan ekonomi dan krisis fiskal, Indonesia justru mampu menjaga stabilitas dan tetap menjalankan berbagai program nasional. Hal itu disampaikannya saat mewakili Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (Munas MUI) IX.
“Ada negara-negara yang sedang gagal menjalankan kewajiban fiskalnya, dan bahkan ada yang tidak sanggup lagi membayar diplomatnya. Sebagian negara terpaksa melakukan pemotongan gaji aparatur karena tekanan ekonomi yang berat. Tetapi di Indonesia, Alhamdulillah, situasinya masih tenang dan program-program pemerintah tetap berjalan,” ujar Menag dalam keterangan tertulis, Jumat (21/11).
Menag menjelaskan, berbagai program prioritas pemerintah tetap dijalankan sesuai rencana, termasuk pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, masyarakat masih bisa mengakses fasilitas yang menjadi bagian dari agenda nasional tanpa hambatan berarti.
“Program Makan Bergizi Gratis tetap hadir untuk masyarakat, dan layanan kesehatan maupun pengobatan dasar tetap diberikan tanpa hambatan. Fasilitas pendidikan juga dapat diakses oleh anak-anak di berbagai daerah. Semua ini menunjukkan bahwa pelayanan publik terus berjalan meski dunia berada dalam situasi tidak menentu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa persepsi internasional terhadap Indonesia juga berada dalam posisi positif. Ia mengungkapkan, hasil interaksinya dengan sejumlah pihak di luar negeri menunjukkan apresiasi terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas di tengah tekanan global.
“Saya baru kembali dari beberapa pertemuan luar negeri, dan nama Indonesia disebut dalam konteks yang baik. Banyak pihak melihat Indonesia sebagai negara yang tetap stabil di saat banyak negara lain sedang berada dalam tekanan. Persepsi ini menjadi modal penting bagi langkah-langkah Indonesia ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak Majelis Ulama Indonesia dan para tokoh agama untuk terus berperan aktif menjaga suasana sosial yang damai dan kondusif. Menurutnya, stabilitas nasional harus dirawat bersama agar proses pembangunan tidak terganggu, terutama di tengah ketidakpastian global.
“Saya berharap keputusan-keputusan yang lahir dari Munas ini benar-benar memberi kebaikan bagi umat. Semoga hasilnya dapat memajukan kehidupan beragama dan memperkuat persatuan nasional. Semoga pula keputusan-keputusan ini memberi kontribusi bagi dunia internasional,” pungkasnya.













