Indonesiainside.id, Banda Aceh – Kini, Provinsi Aceh telah mampu melakukan pemeriksaan sampel swab dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kepada warganya yang diduga terpapar virus corona (Covid-19). Pemeriksaan swab itu dapat dilakukan di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kabupaten Aceh Besar.
Seperti diktehui, selama ini, pemeriksaan swab atau pengambilan sampel lendir dari hidung atau tenggorakan terhadap pasienyang diduga terjangkit Covid-19 di Aceh harus dikirim ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. Dan hasilnya, harus menunggu hingga sepekan.
Namun, kini dengan adanya laboratorium PCR sendiri di Aceh, hasil uji swab bisa diketahui dalam waktu yang singkat atau paling cepat dua hari. Selama dua minggu Laboratorium disiapkan pemerintah setempat dan sekarang sudah dapat dipergunakan.
“Balitabangkes Aceh ini telah kita tingkatnya misinya menjadi tempat pengujian sampel swab melalui metode RT PCR untuk melihat status seorang suspek corona. Laboratorium ini telah disertifikasi oleh Kemenkes, dan sudah layak untuk digunakan,” ujar Nova Iriansyah kepada wartawan saat meresmikan laboratorium PCR di Balitbangkes, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/4).
Nova mengatakan, mulai hari ini petugas laboratorium PCR sudah mulai bekerja. Kata dia, ada dua sampel pasien yang diduga terjangkit Covid 19 yakni berasal dari Kabupaten Gayo Lues. “Ini ada dua sampel dari Gayo Lues. Hingga hari ini reagen (cairan kimia untuk membantu pemeriksaan spesimen dalam diagnosis Covid-19) PCR ada 80, jadi sudah terpakai dua reagen,” kata Nova. (PS/Eko Deni Saputra)












