Indonesianside.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, telah ditemukan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tim gabungan pencarian dan penyelamatan menemukan dua jenazah tambahan pada Minggu, setelah sebelumnya satu korban lebih dulu ditemukan.
“Dengan ditemukannya dua korban lainnya, seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan,” ujar Abdul Muhari, seperti dikutip dari kantor berita Antara.
Dua korban terbaru yang ditemukan diketahui merupakan warga negara asing berjenis kelamin laki-laki, masing-masing berusia 30 tahun dan 27 tahun. Dengan penemuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono menjadi tiga orang.
BNPB menyebut operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan kini resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi.
Erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jumat lalu dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 10 kilometer ke udara. Aktivitas vulkanik tersebut sempat memicu kepanikan di sekitar lokasi dan mengganggu aktivitas warga serta pendaki di kawasan tersebut.
Selain korban meninggal, sebanyak 15 orang dilaporkan selamat dalam insiden itu. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Singapura dan delapan warga Indonesia yang berhasil dievakuasi dari area terdampak.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati zona berbahaya di sekitar Gunung Dukono mengingat aktivitas vulkanik gunung tersebut masih tinggi.












