Indonesiainside.id — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor baru untuk membangkitkan ekonomi rakyat dari desa.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Menurut Presiden, kombinasi MBG dan koperasi desa akan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, terutama di tingkat desa.
“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo mengakui pelaksanaan program pemerintah, terutama MBG, masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, maupun pengelolaan yang tidak berintegritas.
“Siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” tegasnya.
Menurut Prabowo, MBG menjadi program penting karena langsung dirasakan masyarakat kecil. Ia menyebut banyak petani dan warga desa meminta agar program tersebut tidak dihentikan karena membantu kebutuhan keluarga sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan cucu mereka.
Selain MBG, Prabowo menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memperkuat kemandirian ekonomi desa. Pemerintah meresmikan 1.061 koperasi yang terdiri atas 530 unit di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan 531 unit di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setiap koperasi disebut mempekerjakan 17 pekerja dari desa setempat.
Prabowo juga menargetkan puluhan ribu koperasi serupa dapat beroperasi penuh pada Agustus 2026. Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara disebut tengah membangun 25.000 unit koperasi lainnya, dengan target 30.000 KDKMP selesai dibangun dan beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Dalam arah kebijakannya, Prabowo menyebut Koperasi Merah Putih akan dikaitkan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional. Koperasi desa juga akan menjadi saluran kredit murah bagi masyarakat.
Ia mengatakan telah menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani atau PNM diturunkan hingga di bawah 10 persen. Menurut Prabowo, bunga pembiayaan bagi masyarakat kecil, termasuk perempuan pelaku usaha di desa, tidak semestinya jauh lebih mahal dibandingkan akses kredit bagi pengusaha besar.
“Masa pengusaha besar dapat 9 persen, emak-emak di kampung-kampung dapat 24 persen, nggak benar itu. Kita ubah,” ujar Prabowo.
Ke depan, Prabowo menyebut gerai lembaga keuangan akan tersedia di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mendukung penyaluran kredit kepada masyarakat. Ia meyakini koperasi dapat membuat desa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pihak luar.
“Dengan koperasi ini, saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi dan akan punya kekuatan dia sendiri,” kata Prabowo.














