Indonesiainside.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
Indonesiainside.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Saat Malam Menjadi Pintu Pulang

Oleh Azhar Azis
Sat, 16 May 2026 - 17:17
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ada waktu ketika dunia pelan-pelan melepaskan suaranya. Jalanan mereda, rumah-rumah menutup pintu, dan manusia menyerahkan tubuhnya kepada tidur.

Tetapi bagi sebagian hamba, malam bukan sekadar tempat beristirahat. Malam adalah ruang rahasia. Tempat seorang manusia berdiri dalam sepi, membawa letih, dosa, harapan, dan takutnya ke hadapan Allah.

Di ruang seperti itulah qiyamul lail menemukan maknanya.

Dakwah tentang kemuliaan shalat malam ini disampaikan oleh Tuan Guru Haji Muhammad Bakhiet bin KH. Ahmad Mughni, ulama kharismatik Kalimantan yang lebih akrab disapa Guru Bakhiet. Dalam catatan tentang sosoknya, Guru Bakhiet dikenal sebagai ulama Banua yang tenang dan menenangkan, memiliki majelis besar di Barabai dan Balangan, serta banyak menimba ilmu dari ayahnya dan para ulama di sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai guru tarekat Alawiyah yang dakwahnya menyentuh banyak jamaah.

Baca Juga

Ulama ini 30 Tahun Tidak Tidur Malam, Apa Saja Aktivitasnya?

Membangunkan Suami untuk Shalat Malam

04/11/2024 - 23:00
Ibrahim bin Adham: Resep Bisa Shalat Malam

Nikmatnya Tunaikan Shalat Malam pada Saat Kebanyakan Manusia Tertidur

15/09/2024 - 13:00

Dalam nasihatnya, Guru Bakhiet menggambarkan qiyamul lail bukan hanya sebagai shalat sunah yang dikerjakan antara Isya dan Subuh. Lebih dari itu, ia adalah jalan mendekat. Jalan bagi seorang hamba yang ingin pulang kepada Allah ketika kebanyakan manusia sedang terlelap.

Al-Qur’an melukiskan orang-orang yang hidup dengan malam seperti itu sebagai hamba yang “lambung mereka jauh dari tempat tidur”, berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap. Pada ayat berikutnya, Allah menyebut bahwa tidak ada seorang pun mengetahui balasan indah yang disembunyikan untuk mereka.

Maka qiyamul lail bukan ibadah yang ramai. Ia tidak memerlukan tepuk tangan. Tidak menunggu kamera. Tidak membutuhkan panggung. Ia justru menjadi mulia karena dilakukan ketika manusia tidak melihat, ketika tubuh sedang ingin rebah, dan ketika hati belajar memilih Allah di atas kenyamanan dirinya sendiri.

Rasulullah SAW menyebut shalat malam sebagai shalat paling utama setelah shalat fardhu. Dalam riwayat lain, qiyamul lail disebut sebagai kebiasaan orang-orang saleh sebelum kita, jalan untuk mendekat kepada Allah, penghapus kesalahan, pencegah dosa, dan penjagaan bagi tubuh dari penyakit.

Di sinilah nasihat Guru Bakhiet terasa lembut tetapi dalam. Orang yang bangun di tengah malam sesungguhnya sedang melatih dirinya untuk menang atas yang paling dekat dengannya: kantuk, kasur, selimut, dan hawa nafsu. Ia tidak sedang mengalahkan orang lain. Ia sedang mengalahkan dirinya sendiri.

Karena itu, qiyamul lail disebut sebagai qurbah minallah, jalan untuk mendekat kepada Allah. Dekat bukan dalam ukuran tempat, tetapi dalam makna hati. Seorang hamba yang berdiri di malam hari sedang mengakui bahwa ia lemah, sedang membutuhkan ampunan, dan tidak sanggup berjalan sendiri tanpa pertolongan Tuhannya.

Pada sepertiga malam terakhir, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Allah membuka pintu doa, permintaan, dan ampunan bagi hamba-hamba-Nya. Hadis ini dipahami sesuai keagungan Allah, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk. Pesannya jelas: ada waktu yang sangat istimewa ketika seorang hamba diajak untuk mengetuk pintu langit dengan doa.

Maka tidak heran jika Guru Bakhiet menyebut shalat malam sebagai jalan untuk meraih apa yang diharapkan dan selamat dari apa yang ditakutkan. Sebab, pada malam yang sunyi, doa sering kali lahir dari tempat yang paling jujur dalam diri manusia.

Ada orang yang siangnya terlihat kuat, tetapi malamnya menangis. Ada orang yang di hadapan manusia tampak tenang, tetapi di hadapan Allah mengakui seluruh rapuhnya. Ada orang yang tidak mampu bercerita kepada siapa pun, lalu menjadikan sajadah sebagai tempat menumpahkan seluruh beban.

Qiyamul lail juga disebut sebagai takfir as-sayyiat, penghapus kesalahan. Bukan karena dua rakaat di malam hari membuat seseorang bebas meremehkan dosa, tetapi karena shalat malam membangunkan rasa takut kepada Allah. Orang yang terbiasa berdiri di malam hari akan lebih malu untuk bermaksiat di siang hari. Ia tahu, nanti malam ia akan kembali menghadap Allah dengan hati yang sama.

Dari sini pula qiyamul lail menjadi perisai. Dalam bahasa dakwah Guru Bakhiet, orang yang istiqamah shalat malam akan lebih terjaga dari dosa. Ia seperti diberi pagar batin. Bukan berarti tidak pernah salah, tetapi hatinya lebih cepat tersadar ketika mulai jauh.

Kisah Abdullah bin Umar menjadi salah satu gambaran indah tentang bagaimana satu nasihat bisa mengubah hidup seseorang. Dalam riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menyebut Abdullah sebagai lelaki yang baik, lalu memberi isyarat agar ia mengerjakan tahajud. Setelah itu, Abdullah bin Umar dikenal hanya tidur sedikit pada malam hari.

Kisah itu menunjukkan bahwa kemuliaan seorang mukmin tidak selalu tampak dari jabatan, harta, atau banyaknya pengakuan manusia. Kadang kemuliaan itu tersembunyi di waktu malam, saat ia bangun pelan-pelan, berwudhu, lalu berdiri dalam shalat ketika dunia sedang lupa.

Guru Bakhiet juga menyampaikan bahwa qiyamul lail menjadi tanda cinta Allah kepada hamba-Nya. Sebab tidak semua orang mudah bangun malam. Banyak orang memasang niat, tetapi tertahan kantuk. Banyak orang ingin dekat, tetapi masih kalah oleh lelah. Maka ketika Allah ringankan seseorang untuk bangun, berwudhu, dan shalat, itu sendiri sudah merupakan karunia.

Shalat malam juga tidak harus dimulai dengan sesuatu yang berat. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa shalat malam dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, lalu ditutup dengan witir jika khawatir masuk waktu Subuh.

Ini penting, sebab sebagian orang mundur sebelum mulai karena merasa qiyamul lail harus panjang, harus banyak rakaat, atau harus menangis. Padahal, dua rakaat yang jujur bisa menjadi pintu. Satu malam yang berhasil bisa menjadi awal kebiasaan. Satu sujud yang sungguh-sungguh bisa menjadi sebab hati seseorang berubah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa orang yang menyebarkan salam, memberi makan, menjaga hubungan keluarga, dan shalat malam ketika manusia tidur akan masuk surga dengan kedamaian.

Di titik ini, qiyamul lail tidak berdiri sendiri sebagai ibadah pribadi. Ia membentuk manusia sosial. Orang yang malamnya lembut di hadapan Allah, seharusnya siangnya juga lembut kepada manusia. Orang yang menangis dalam sujud, seharusnya lebih mudah menyayangi fakir, memaafkan sesama, dan menahan diri dari menyakiti orang lain.

Maka dakwah Guru Bakhiet tentang qiyamul lail sebenarnya bukan hanya ajakan untuk bangun malam. Ia adalah ajakan untuk membangun kembali pusat hidup: dari dunia menuju Allah, dari lalai menuju ingat, dari keras hati menuju lembut, dari merasa cukup menuju rasa butuh.

Malam akan selalu datang. Tetapi tidak semua orang mendapat bagian dari rahasianya.

Sebagian orang melewati malam hanya dengan tidur. Sebagian lagi melewatinya dengan gelisah. Namun ada hamba-hamba yang menjadikan malam sebagai tangga pulang. Mereka berdiri dalam sunyi, membaca ayat perlahan, menundukkan kepala, lalu menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah.

Dan mungkin di sanalah kemuliaan qiyamul lail berada.

Bukan pada panjangnya bacaan semata. Bukan pada banyaknya rakaat semata. Tetapi pada hati yang akhirnya mau mengetuk pintu Allah ketika dunia sedang diam.

Tags: guru bakhietqiyamul lailshalat malamtahajud
ShareTweetSendShare

Rekomendasi Berita

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan
Nasional

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17/05/2026 - 10:38
Ketika Orang-Orang di Dekat Prabowo “Curi Uang Rakyat”
Nasional

Prabowo Jadikan MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Ekonomi Desa

16/05/2026 - 17:25
Guru Bakhiet, Jalan Sunyi yang Meneduhkan Banua
Risalah

Guru Bakhiet, Jalan Sunyi yang Meneduhkan Banua

16/05/2026 - 16:58
Daftar 36 Kapolda Terbaru, Asep Edi Suheri Jadi Komjen
Nasional

Daftar 36 Kapolda Terbaru, Asep Edi Suheri Jadi Komjen

16/05/2026 - 11:32
Madinah Kosong, 1.278 Jemaah Terakhir Menuju Makkah
Nasional

Madinah Kosong, 1.278 Jemaah Terakhir Menuju Makkah

16/05/2026 - 11:24
Di Tanah Suci, Tidak Semua Harus Dikejar
Nasional

Dam Haji 2026 Rp3,35 Juta, Baru 34.308 Jemaah yang Sudah Bayar

16/05/2026 - 11:15
Please login to join discussion

Berita Populer

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17 May 2026
Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

17 May 2026
MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17 May 2026
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17 May 2026

Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur
Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur

22/08/2025 09:37

Dunia tidak baik-baik saja. Perang bisa pecah kapan saja, dari Laut Cina Selatan sampai Ambalat. Indonesia memang bangga disebut negara...

Headline

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17/05/2026 11:54
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17/05/2026 10:46
Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

17/05/2026 07:12
Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar

Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar

16/05/2026 16:43
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Privacy Policy
Indonesiainside.id

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Populer
  • News
    • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Humaniora
    • Internasional
    • Nusantara
  • Ekonomi
  • Agribisnis
  • Migas
  • Metropolitan
  • Palestina
  • Khazanah
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Tekno
  • Risalah
  • Narasi
  • Indeks Berita

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.