Shalat malam, atau qiyamul lail, merupakan salah satu amalan yang mulia dan penuh keutamaan. Ia dilakukan dalam keheningan malam saat kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya.
INDONESIAINSIDE.ID – Ada kenikmatan tersendiri bagi mereka yang menghidupkan malam dengan shalat dan doa, karena saat itulah kedekatan dengan Allah terasa begitu nyata dan istimewa.
Dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyah (I/62), terdapat kisah yang diriwayatkan dari Ahmad bin Abu al-Hawari, di mana ia memasuki rumah Abu Sulaiman suatu hari dan mendapati beliau tengah menangis. Ketika ditanya apa yang membuatnya menangis, Abu Sulaiman menjawab:
“Wahai Ahmad, mengapa aku tidak menangis? Ketika malam tiba, mata-mata manusia tertutup oleh tidur, dan setiap kekasih berdua-duaan dengan kekasihnya, sementara para pecinta Allah menghamparkan kaki mereka dalam sujud. Air mata mereka menetes di pipi, mengalir di atas sajadah mereka. Pada saat itu, Allah Yang Maha Agung dan Mulia memandang mereka dan berfirman kepada Jibril, ‘Wahai Jibril, lihatlah mereka yang merasakan nikmat dengan bermunajat kepada-Ku dan beristirahat dengan mengingat-Ku. Sesungguhnya Aku menyaksikan mereka dalam kesunyian mereka, Aku mendengar rintihan mereka, dan Aku melihat tangisan mereka.’”
Allah pun memanggil Jibril dan bertanya, “Wahai Jibril, mengapa mereka menangis? Apakah engkau pernah melihat seorang kekasih menyiksa orang-orang yang ia cintai? Bagaimana bisa pantas bagiku untuk menyiksa orang-orang yang, ketika malam menjemput, mereka memohon dengan sepenuh hati kepada-Ku?” Allah bersumpah bahwa pada Hari Kiamat nanti, Dia akan menyingkapkan wajah-Nya yang mulia kepada mereka agar mereka dapat melihat-Nya dan Dia pun melihat mereka.
Kisah ini menggambarkan betapa besar cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bangun di tengah malam, meninggalkan kenyamanan tidur mereka demi bermunajat kepada-Nya. Shalat malam adalah momen intim di mana seorang hamba berbicara dengan Tuhannya, memohon ampunan, berkisah tentang kegelisahan hatinya, dan menumpahkan segala keluh kesahnya.
Mereka yang menghidupkan malam dengan shalat dan dzikir merasakan kedamaian yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kelezatan yang mereka rasakan tidak semata-mata dalam bentuk kenikmatan fisik, melainkan ketenangan jiwa yang mendalam.
Shalat malam menjadi saat di mana mereka merasa begitu dekat dengan Allah, seolah berbicara langsung dengan-Nya tanpa ada yang menghalangi.
Bukan hanya pahala yang menanti mereka, tetapi juga pandangan penuh cinta dari Allah di Hari Akhir. Bagi para pecinta Allah, tiada kenikmatan yang lebih besar daripada bisa melihat wajah-Nya yang mulia. Inilah balasan bagi mereka yang rela meluangkan malam-malamnya untuk beribadah, ketika kebanyakan manusia tertidur lelap.
Maka, bagi kita yang ingin meraih keutamaan tersebut, marilah berusaha untuk menghidupkan malam dengan shalat. Walaupun hanya beberapa rakaat, semoga kita termasuk hamba-hamba yang dicintai Allah, yang Dia pandangi dengan kasih sayang-Nya di Hari Kiamat. (MBS)













