Indonesiainside.id, Dhaka – Pihak berwenang di Bangladesh membebaskan ratusan tahanan anak-anak, sebagai upaya mencegah virus korona menyebar di pusat-pusat penahanan yang penuh sesak, Jumat (5/6). Menurut pejabat terkait, perintah pembebasan dengan jaminan itu, datang dari pengadilan virtual yang dibentuk oleh Mahkamah Agung negara itu dengan bantuan UNICEF.
“Sekitar 400 anak diberikan jaminan dalam beberapa pekan terakhir dan lebih dari 300 di antaranya dipersatukan kembali dengan keluarga mereka,” kata Natalie McCauley, Kepala Perlindungan Anak UNICEF, di Bangladesh.
McCauley mengatakan keputusan itu datang ketika para ahli kesehatan masyarakat mengatakan anak-anak yang tinggal di pusat-pusat penahanan negara itu menghadapi risiko lebih tinggi terinfeksi. Kemungkinan resiko terutama karena kondisi kepadatan dan buruknya kondisi fasilitas yang ada.
Bangladesh memiliki sistem hukum yang berlarut-larut dalam memberikan keadilan. Dalam beberapa kasus kejahatan kecil sampai membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diputuskan.
Menurut UNICEF, sekitar 23.000 kasus yang melibatkan anak-anak di bawah 18 tahun saat ini sedang menunggu pengadilan di seluruh negeri. Saifur Rahman, petugas khusus Mahkamah Agung dan hakim distrik tambahan yang terlibat dengan program pembebasan, mengatakan program ini sangat penting karena dengan staf dan utilitas yang tidak memadai di pusat-pusat penahanan, sangat sulit untuk meminimalkan risiko infeksi dari Covid- 19.
“Dalam semua tahanan, menjaga jarak sosial dan fisik nyaris mustahil dalam situasi seperti itu,” kata Rahman, yang dilansir oleh Arab News.
Muhammad Rakib, 15, dituduh memukuli seorang pria di Dhaka hampir dua bulan lalu. Akhirnya dikirim ke pusat penahanan yang penuh sesak di luar Dhaka. UNICEF mengatakan fasilitas itu menampung hampir 700 anak-anak meskipun memiliki kapasitas hanya untuk sekitar 300 orang.
Akhir bulan lalu dia akhirnya diberikan jaminan melalui pengadilan virtual.
“Rasanya luar biasa dibebaskan dan dipersatukan dengan orang tua saya,” kata Rakib kepada laman The Associated Press. “Saya sangat senang. Saya sangat menderita di penjara. Itu tempat yang buruk.”
Hingga kini, jumlah total infeksi Covid-19 di Bangladesh mencapai 63.026, dengan 846 kematian. Namun, pakar kesehatan masyarakat mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi kemungkinan jauh lebih tinggi. (04/NE)















