Indonesiainside.id – Sedikitnya 14 penambang tewas setelah sebuah tambang emas di El Callao, negara bagian Bolívar, Venezuela selatan, runtuh akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada Minggu (12/10).
Hujan deras selama empat jam menyebabkan air meluap ke dalam gua-gua bawah tanah tempat para penambang bekerja. Sebelas korban dilaporkan tewas di dalam terowongan, sementara tiga lainnya meninggal di dekat pompa motor yang digunakan untuk menyedot air dari lokasi penambangan.
Menurut laporan otoritas setempat, dikutip ANTARA (15/10), para pekerja terjebak di tiga sumur sedalam 30-40 meter yang tiba-tiba terisi air dalam volume besar. Sistem Manajemen Risiko Nasional Venezuela menyebut kecelakaan terjadi di tambang “Cuatro Esquinas de Caratal”, sekitar 850 kilometer tenggara ibu kota Caracas, dekat perbatasan Guyana dan Brasil.
Tim penyelamat yang terdiri dari lima lembaga keamanan, pelindungan sipil, serta unit militer kini berupaya memompa air dari area yang tergenang sebelum mengevakuasi seluruh jenazah.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan upaya keras para penyelamat dan rekan penambang menarik jenazah dari lumpur.
Organisasi lingkungan telah lama memperingatkan kondisi berbahaya di kawasan tambang emas tersebut. Sebagian besar dari 30 ribu penduduk El Callao bergantung pada ekstraksi emas, namun operasi tambang di sana kerap minim pengawasan dan infrastruktur memadai untuk mencegah kecelakaan fatal.















