Indonesiainside.id – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyatakan kesiagaan penuh dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Kamis (27/11). Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menginstruksikan seluruh Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota untuk bergerak cepat memantau kondisi lapangan dan memastikan kehadiran negara melalui pelayanan kemanusiaan.
Sebagai bagian dari respons darurat, Azhari meminta agar fasilitas milik Kemenag yang tidak terdampak banjir dapat dioptimalkan sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga. “Manfaatkan gedung-gedung madrasah, aula, dan sebagainya yang dimiliki Kemenag dan tidak terdampak banjir, untuk menjadi posko sementara bagi masyarakat,” tegas Azhari, Jumat (28/11).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat yang mengungsi, termasuk memastikan aspek kebersihan dan kelayakan fasilitas tetap terjaga selama digunakan.
Dalam instruksinya, Azhari meminta jajarannya melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan banjir sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, serta unsur terkait lainnya agar penanganan berjalan terpadu dan efektif.
“Kita harus memastikan bahwa Kemenag selalu hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran ASN Kementerian Agama dalam situasi bencana merupakan wujud nyata pengabdian, bukan sekadar tugas administratif.
“Bantu masyarakat sesuai kemampuan, karena ini adalah bagian dari pengabdian kita sebagai ASN Kementerian Agama,” tutur dia.
Lebih lanjut, Azhari mendorong seluruh ASN Kemenag Aceh untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan, baik melalui tenaga, dukungan logistik, maupun bantuan sosial lainnya. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kepedulian sebagai kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat.
“Perkokoh sinergi, tingkatkan kewaspadaan, dan bantu masyarakat terdampak dengan tulus,” ujarnya.
Dengan langkah cepat ini, Kemenag Aceh berharap upaya kolaboratif lintas instansi dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di berbagai wilayah yang dilanda banjir.













