Indonesiainside.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
Indonesiainside.id
No Result
View All Result
Home News Humaniora

Pulihkan Lingkungan Pascabencana, KLH dan Kemdiktisaintek Perkuat Pendekatan Berbasis Sains di Sumatra

Oleh Saifan Zaking
Wed, 24 Dec 2025 - 18:55
Pulihkan Lingkungan Pascabencana, KLH dan Kemdiktisaintek Perkuat Pendekatan Berbasis Sains di Sumatra

Indonesiainside.id – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mempercepat pemulihan lingkungan pascabencana hidrometeorologi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Sinergi tersebut ditegaskan dalam konferensi pers di Kantor KLH/BPLH, Jakarta Selatan, sebagai tindak lanjut arahan Presiden dalam membangun ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat tidak hanya untuk pemulihan jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang pascabencana. Ia menyampaikan bahwa langkah penanganan dilakukan secara terpadu bersama Kemdiktisaintek dengan menitikberatkan pada pendekatan berbasis sains, evaluasi tata ruang, serta penegakan hukum lingkungan.

“Atas arahan Bapak Presiden, kami melakukan langkah-langkah cepat dalam rangka pemulihan sekaligus membangun ketahanan pascabencana di Sumatra. Bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami memperkuat penanganan karena sejumlah langkah telah dan sedang dilakukan secara bersama,” ujar Hanif.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipicu oleh kombinasi berbagai faktor. Di antaranya perubahan tutupan hutan menjadi nonhutan yang cukup masif, kondisi geomorfologi di sejumlah wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara yang masih labil, serta dampak perubahan iklim berupa Siklon Tropis Senyar yang membawa curah hujan tinggi hingga ekstrem. Perpaduan faktor-faktor tersebut memperparah dampak bencana di kawasan terdampak.

Baca Juga

Kemdiktisaintek Susun Peta Jalan Riset Pendidikan, Fokus Siapkan Talenta Indonesia 2045

Kemdiktisaintek Susun Peta Jalan Riset Pendidikan, Fokus Siapkan Talenta Indonesia 2045

15/05/2026 - 20:40
Rp1,7 Triliun Digelontorkan, Pemerintah Pacu 18 Ribu Riset Agar Tak Berhenti di Jurnal

Rp1,7 Triliun Digelontorkan, Pemerintah Pacu 18 Ribu Riset Agar Tak Berhenti di Jurnal

21/04/2026 - 21:51

Sebagai tindak lanjut, KLH/BPLH bersama Kemdiktisaintek menyusun langkah penanganan berbasis sains dan teknologi yang mampu memproyeksikan risiko bencana serta kebutuhan penanganannya. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah penyusunan Rapid Environmental Assessment atau Penilaian Cepat Lingkungan. Penilaian ini bertujuan memberikan rekomendasi teknis terkait lokasi rehabilitasi permukiman maupun lahan pertanian, agar pembangunan hunian tetap dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman dari potensi bencana. Penilaian cepat lingkungan tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Selain itu, kedua kementerian juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai dasar penyusunan kebijakan tata ruang wilayah dan sektoral. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai kesesuaian antara KLHS dan Rencana Tata Ruang Wilayah yang telah ditetapkan, sekaligus membandingkannya dengan kondisi faktual di lapangan guna mengidentifikasi berbagai kesenjangan permasalahan lingkungan. Proses evaluasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan penanganan pascabencana berbasis keilmuan. Menurutnya, pelibatan akademisi lintas disiplin menjadi kebutuhan strategis nasional dalam memastikan kebijakan dan langkah pemulihan memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Penanganan pascabencana ini merupakan kebutuhan nasional yang strategis, sehingga kami mendukung pelibatan para akademisi lintas disiplin untuk memperkuat kajian ilmiah yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan di bawah koordinasi KLH/BPLH,” ujar Brian.

Di sisi lain, KLH/BPLH juga telah melakukan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan terhadap kegiatan usaha di wilayah terdampak bencana. Di Sumatra Utara, pengawasan dilakukan terhadap sembilan entitas usaha di wilayah Batang Toru dan DAS Garoga, dengan lima entitas telah selesai diawasi dan empat lainnya masih dalam proses pengawasan lanjutan. Di Sumatra Barat, pengawasan dilakukan terhadap 17 entitas usaha yang akan ditindaklanjuti melalui audit lingkungan. Sementara di Aceh, pengawasan ditargetkan terhadap 28 entitas pertambangan dan 21 entitas perkebunan sawit legal, serta telah teridentifikasi 761 pelanggaran ilegal.

Selanjutnya, KLH/BPLH akan melakukan evaluasi persetujuan lingkungan, baik AMDAL maupun UKL-UPL, melalui audit lingkungan yang saat ini telah berjalan, terutama di Sumatra Utara. Audit tersebut mencakup lebih dari 100 usaha dan/atau kegiatan yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penanganan diprioritaskan pada unit usaha berskala besar dengan target penyelesaian awal pada Maret 2026 sebagai dasar tindak lanjut penegakan hukum.

“Melalui audit lingkungan dan evaluasi tata ruang ini, kami ingin memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi di lapangan agar langkah perbaikan lingkungan dan penegakan hukum dapat dilakukan secara tepat,” ujar Hanif.

Hasil audit lingkungan tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah penegakan hukum lanjutan, baik melalui sanksi administratif, penegakan hukum pidana, maupun gugatan perdata, sesuai dengan tingkat pelanggaran dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Melalui rangkaian langkah terintegrasi ini, KLH/BPLH dan Kemdiktisaintek menegaskan komitmen untuk memastikan penanganan pascabencana di Sumatra dilakukan secara menyeluruh, berbasis sains dan data, serta berorientasi pada peningkatan ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan.

Tags: Bencana SumatraKemdiktisaintekKLH
ShareTweetSendShare

Rekomendasi Berita

Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar
Humaniora

Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar

16/05/2026 - 16:43
Reputasi, Medan Pertarungan Baru Korporasi
Humaniora

Reputasi, Medan Pertarungan Baru Korporasi

16/05/2026 - 13:32
Program Dai 3T Lampaui Target, Kemenag Kirim 2.199 Dai ke Pelosok Negeri
Humaniora

Program Dai 3T Lampaui Target, Kemenag Kirim 2.199 Dai ke Pelosok Negeri

15/05/2026 - 22:10
Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi al Bantani Segera Dibangun, Lokasinya di Banten
Humaniora

Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

15/05/2026 - 21:26
Scoot Buka Rute Langsung Singapura–Belitung, Upaya Penguatan Konektivitas Wisata Internasional
Humaniora

Scoot Buka Rute Langsung Singapura–Belitung, Upaya Penguatan Konektivitas Wisata Internasional

15/05/2026 - 14:54
Andi Muawiyah Bela Siswa LCC 4 Pilar, Soroti Juri yang Tak Adil
Humaniora

Andi Muawiyah Bela Siswa LCC 4 Pilar, Soroti Juri yang Tak Adil

13/05/2026 - 09:51

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Berita Populer

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17 May 2026
Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

17 May 2026
MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17 May 2026
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17 May 2026

Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur
Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur

22/08/2025 09:37

Dunia tidak baik-baik saja. Perang bisa pecah kapan saja, dari Laut Cina Selatan sampai Ambalat. Indonesia memang bangga disebut negara...

Headline

Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

17/05/2026 20:43
Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17/05/2026 11:54
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17/05/2026 10:46
MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17/05/2026 10:38
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Privacy Policy
Indonesiainside.id

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Populer
  • News
    • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Humaniora
    • Internasional
    • Nusantara
  • Ekonomi
  • Agribisnis
  • Migas
  • Metropolitan
  • Palestina
  • Khazanah
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Tekno
  • Risalah
  • Narasi
  • Indeks Berita

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.