Oleh : Eko P |
Maskapai berbiaya rendah menyumbang kontribusi peningkatan kunjungan wisman sebanyak 20 persen, karenanya menjadi andalan mendongkrak wisman
Indonesiainside.id, Jakarta — Sebanyak 15,81 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Indonesia sepanjang tahun 2018. Meski meleset dari target 17 juta wisman, jumlah ini lebih tinggi sekitar 12,58 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni 2017 berjumlah 14,04 juta kunjungan.
“Menurut kebangsaan, kunjungan wisman ke Indonesia selama 2018 terbanyak dari Malaysia mencapai 2,50 juta atau 15,83 persen menggeser Tiongkok sebanyak 2,14 juta,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Minggu (3/2).
Berikut lima negara penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia pada 2018:
– Malaysia sebanyak 2,50 juta kunjungan (15,83 persen).
– Tiongkok 2,14 juta (13,52 persen)
– Singapura 1,77 juta (11,19 persen)
– Timor Leste 1,76 juta (11,15 persen)
– Australia 1,30 juta (8,23 persen) wisatawan.
Dari sisi pasar, wisman dari ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi sebesar 20,60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebanyak 5,45 juta atau tumbuh 20,60 persen dibandingkan 2017 yang hanya 4,52 juta.
Sedangkan wilayah Asia selain ASEAN sebanyak 5,84 juta atau tumbuh 14,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 5,12 juta. Untuk wilayah Timur Tengah sebanyak 226,9 ribu atau turun 6,13 persen dibanding tahun lalu sebanyak 284,4 ribu wisman.
Sementara dari wilayah Eropa sebanyak 2,008 juta atau tumbuh 1,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1,97 juta kunjungan. Sementara pelancong dari Amerika tercatat sebanyak 567,7 ribu atau tumbuh 5,71 persen dari tahun lalu sebanyak 537 ribu kunjungan.
Kunjungan wisman dari wilayah Oseania yaitu Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan Oseania lainnya, mencapai 1,57 juta atau tumbuh 4,43 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,50 juta. Untuk wilayah ini, wisman Australia memberikan kontribusi terbesar sebanyak 1,3 juta atau tumbuh 3,52 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 1,25 juta kunjungan.
Sementara itu wisman dari wilayah Afrika ke Indonesia pada 2018 tercatat hanya 88,6 ribu atau minus 2,82 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 91,2 ribu kunjungan.
Jumlah wisman yang berkunjung tersebut tidak mencapai dari target yang ditetapkan 17 juta sepanjang 2018. Namun dari sisi pendapatan devisa, kontribusi sektor pariwisata selama 2018 diproyeksi menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Sederetan bencana yang melanda menjadi faktor utama yang menyebabkan target terkoreksi mengingat bencana yang melanda terjadi di destinasi-destinasi favorit wisman. Erupsi Gunung Agung, gempa Lombok, tsunami Palu, hingga tsunami Selat Sunda pada akhir tutup tahun mendorong terjadinya penurunan perjalanan wisman.
“Untuk tahun ini ditargetkan 20 juta wisman,” lanjutnya.
Berbagai strategi yang bakal ditempuh Kemenpar yaitu Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal.
Menurut rencana Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta akan dikembangkan menjadi full LCCT penerbangan domestik dan Terminal 2 full LCCT untuk penerbangan domestik dan internasional. Di sisi lain Bandara Banyuwangi juga dikembangkan menjadi LCCT setelah melalui berbagai proses pembenahan.
Low Cost Carrier (LCC) adalah senjata ampuh untuk mendorong pertumbuhan jumlah wisman. Maskapai berbiaya rendah ini menyumbang kontribusi peningkatan kunjungan wisman sebanyak 20 persen.
“LCC merupakan salah satu penentu utama keberhasilan target kunjungan 20 juta wisman pada tahun 2019,” pungkasnya. (EPJ)














