Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI, Sunarso sudah memprediksi perlambatan ekonomi bakal memengaruhi perusahaan akibat virus Corona atau covid-19. Namun hal ini bukan sesuatu yang baru bagi Bank BRI.”Kita sering menghadapi turbulensi seperti ini. Bahkan volatile seperi ini,” ujar Sunarso di Gedung BRI 1, Jakarta, Selasa (18/2).
Dalam menghadapi hal ketidakpastia karena virus corona, bagian risk dan manajemen Bank BRI dinilai sudah cukup kuat melindungi keuangan perubahan. Salah satu cara nya ialah dengan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71.
Sunarso mengatakan, penerapan PSAK 71 ini akan mengalokasikan dana cadangan dari total laba perusahaan. Dengan dana cadangan itu, pihak dia mampu meng-cover perlambatan pertumbuhan ekonomi atau resiko yang mungkin timbul.
Sebelumya Komisaris Independen dari Bank BCA dan Ekonom, Raden Pardede pertumbuhan ekonomi Cina bisa saja turun 0,5 persen hingga 1 persen (maksimal) kalau virus corona tidak segera diselesaikan. Hal ini karena pergerakan barang dan manusia dari dan ke Cina melambat sehingga berpengaruh ke ekonomi Indonesia.
“Mobilitas di Wuhan sudah lumpuh total, orang-orang tidak bekerja, tidak bisa bepergian ke luar Wuhan, apalagi ke luar Cina. Apalagi penyebarannya sangat cepat, sudah ke seluruh dunia, jadi ini musuh kita bersama sebenarnya,” ujar Raden Pardede, di Wisma Antara, Jakarta, Jumat (31/1).
Raden Pardede mengatakan bahwa virus corona ini seperti ‘angsa hitam’ bagi pertembuhan ekonomi global. Hal ini karena virus corona muncul secara tiba-tiba dan memberikan efek besar bagi ekonomi global. (PS)














