Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan penumpang transportasi, baik transportasi udara, darat dan laut di Januari 2020. Hal ini bukan karena virus corona tapi karena cuaca ekstrem.
BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik turun 9,85% setara 6,3 juta orang, diJanuari 2020. Penurunan penumpang pesawat disebabkan cuaca yang tak menentu atau cuaca ekstrem, serta bencana banjir pada awal tahun.
“Selain pola musiman yang memang menurun pada Januari 2020. Cuaca dan banjir mempengaruhi penurunan penumpang angkutan udara,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa dadri BPS, Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (02/3).
Apabila dirincikan, penurunan jumlah penumpang pesawat terjadi di Bandara Soekarno Hatta sebesar 14,41%, disusul Bandara Juanda juga turun 3,54%. Namun, ada kenaikan yang terjadi di Bandara Kualanamu sebesar 30,80%, disusul Bandara Hasanuddin 5,69% dan Ngurah Rai ikut naik 0,58%.
“Penurunan jumlah penumpang terjadi pada angkutan kereta api. Ini karena beberapa rel kereta api ada yang tergenang air,” ujar Yunita.
Secara rinci Yunita menjelaskan, jumlah penumpang kereta api yang berangkat di Jawa maupun Sumatera, pada Januari 2020 turun 8,89% atau setara 34,1 juta orang. Dari presentase penurunan itu terjadi karena sebagian besar merupakan penumpang Jabodetabek yang menggunakan KRL Commuter Line, sebanyak 26,7 juta orang atau 78,32% dari total penumpang kereta api.
Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek sebesar 7,37℅, Jawa non-Jabodetabek 14,10%. Sumatera pun turun 7,37%.
Jumlah barang yang diangkut kereta api juga turun sebesar 2,03% menjadi 4,5 juta ton. Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 3,5 juta ton atau 76,26% dari total barang yang diangkut dengan kereta api.
Selain itu, penurunan jumlah barang yang angkut menggunakan kerta barang, terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek sebesar 9,88%. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut dengan kerata barang, di wilayah Sumatera mengalami peningkatan sebesar 0,7%.
Tak hanya kereta dan pesawat, jumlah penumpang angkutan laut menggunakan kapal di dalam negeri juga turun 4,10% atau setara 2,2 juta orang di Januari 2020. Penurunan jumlah penumpang angkutan laut itu terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 59,25%, Tanjung Priok 40,89%, Makassar 14,82%, dan Balikpapan 1,86%. Sebaliknya, jumlah penumpang di Pelabuhan Belawan naik sebesar 29,09%.(*/Dry)














