Indoenesiainside.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI), mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG). Dari rapat tersebut, BI memilih untuk petahankan suku bunga acuan BI 7-Day RR.
“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, pada 13-14 April 2020 memutuskan, untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,50%,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, di perkantoran Bank Indoensia, Jakarta Selasa (14/4).
Menurut Perry, BI memilih untuk pertahankan suku bunga walau inflasi rendah, oleh karena untuk menjaga stabilitas eksternal yang rentan dengan ketidakpastian global.
“Jadi gini, kami jelaskan kebijakan BI itu longgar banget. Kami sampaikan memang peluang penurunan suku bunga masih ada tapi masalahnya ketidakpastian global masih tinggi, meski kepanikan global turun. Jadi dalam jangka pendek ini, lebih ke jaga stabilitas eksternal,” tutur Perry
“Tapi ini bukan BI tidak dorong pemulihan ekonomi tapi sekarang lebih efektif perbesar quantitative easing dan koordinasi dengan pemerintah untuk stimulus. Serta dengan OJK untuk relaksasi kredit. Termasuk efektivitas transmisi suku bungan yang sudah kami lakukan,” imbuh Perry. (MSH/Annisa Fadhilah)














