Indonesiainside.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi ladang eksploitasi bagi pihak luar, melainkan harus berdaulat penuh dalam mengelola dan menikmati kekayaan sumber daya alamnya.
Pernyataan itu disampaikan saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase II senilai Rp116 triliun di Cilacap. Presiden menekankan pentingnya distribusi kesejahteraan yang lebih adil, sekaligus mengingatkan agar kekayaan nasional tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok.
“Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaannya dibawa ke luar negeri. Saya ulangi, bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain,” tegasnya dalam keterangannya, Kamis (30/4).
Menurut Presiden, hilirisasi menjadi strategi utama untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Dengan mengolah komoditas di dalam negeri, nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat struktur industri nasional.
Pada tahap awal, terdapat 13 proyek hilirisasi yang tersebar di berbagai wilayah dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun, mencakup sektor energi, mineral, dan pertanian. Pemerintah juga berencana memperluas proyek tersebut pada tahap berikutnya sebagai bagian dari percepatan transformasi ekonomi.
Di sektor pertanian, sejumlah proyek strategis dijalankan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, antara lain pengolahan minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di kawasan industri Sumatera Utara, pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah, serta pembangunan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi dengan kapasitas besar.
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret mendorong transformasi sektor pertanian dari hulu ke hilir, sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai pasok nasional.
Presiden juga menyoroti masih belum optimalnya kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh. Untuk itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan sistem yang menjamin hasil produksi rakyat terserap pasar domestik.
“Sudah terlalu lama petani, nelayan, dan buruh kita belum menikmati kesejahteraan yang layak,” ujarnya.
Selain hilirisasi, pemerintah turut memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui pengembangan koperasi modern berbasis infrastruktur seperti gudang, cold storage, dan sarana distribusi. Ribuan koperasi ditargetkan segera beroperasi guna mendukung rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah optimistis melalui hilirisasi dan penguatan ekosistem ekonomi tersebut, kekayaan nasional dapat dikelola di dalam negeri dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.














