Oleh: M Aulia Rahman
Indonesiainside.id, Jakarta – Apel pengamanan dalam rangka konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat 2019 dan pengamanan sidang permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6). Operasi Ketupat berlangsung pada 29 Mei sampai 10 Juni 2019.
Acara dihadiri oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto; Kapolri, Jenderal Tito Karnavian; Menteri Kesehatan, Nila Moeloek; dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kegiatan ini juga diikuti ribuan personel dari TNI, Polri, dinas perhubungan, dinas pemadam kebakaran, dan satpol PP.
Apel dipimpin inspektur upacara Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, dan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono. Dalam sambutannya kapolda mengatakan bahwa jajaran TNI-Polri beserta pihak-pihak terkait mampu memberikan yang terbaik bagi warga ibu kota dan sekitarnya.
“Setelah kita menyelesaikan operasi ketupat jaya kita dihadapi dengan pengamanan di MK. Apel pengamanan ini tentu diharapkan sebagai sarana kita dalam rangka konsolidasi kegiatan keamanan tersebut,” ucap Gatot Eddy.
Dalam kesempatan tersebut, Gatot turut menyampaikan persiapan menjelang pengamanan sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK). Pengamanan ini diharapkan sebagai bentuk keberlanjutan konsolidasi yang telah dilakukan jajaran TNI-Polri dalam operasi sebelumnya.
Sementara itu, Mayjen Eko menambahkan, ia meminta kepada suluruh aparat untuk selalu bersinergi dan tidak mudah terprovokasi. “Saya tegaskan kepada seluruh personel untuk waspada pada seluruh provokasi yang memecah TNI-Polri,” tuturnya.
Sedangkan Tito Karnavian mengatakan, bahwa Polri-TNI telah menyiapkan skenario terburuk dengan mengerahkan kurang lebih 33 ribu personel untuk pengamanan di MK. “Pasukan yang ada dari Polri lebih kurang 17 ribu. Kemudian bapak panglima juga menyiapkan pasukan lebih kurang 16 ribu. Ini juga sama, stand by sesuai kebutuhan dan sesuai dengan istilahnya kirtap, perkiraan cepat intelejen. Kirtap intelijen kita lakukan setiap hari,” paparnya.
Gugatan silang sengketa pemilu ini secara resmi dilayangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke MK pada 24 Mei lalu. Besok, Jumat (14/6), MK akan memulai menggelar sidang pendahuluan sengketa hasil pilpres. Menurut jadwal sidang putusan akan digelar pada 28 Juni mendatang. (AS)














