Oleh: Fichri Hakiim
Indonesiainside.id, Jakarta – Petugas kepolisian menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas di kawasan Gedung DPR dan MPR, mengingat adanya isu unjuk rasa oleh elemen mahasiswa pada siang ini, Senin (14/10). Namun, polisi menegaskan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir, mengatakan, petugas kepolisian kembali melakukan penutupan jalan di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. “Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi akan adanya massa yang melakukan aksi unjuk rasa hari ini,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/10).
Nasir menambahkan, sebaiknya masyarakat mencari jalur alternatif lain. “Pilih jalur alternatif agar aktifitas tidak terganggu,” tambahnya.
Nasir menjelaskan, hanya menutup ruas jalan non tol saja, penutupan tidak berlaku untuk tol dalam kota. “Kita melakukan penutupan jalan sejak pagi tadi ke arah DPR. Tapi jalur Bus TransJakarta kita tetap dibuka,” jelas Nasir.
Berikut ini rekayasa lalu lintas yang disiapkan:
1. Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi ditutup di bawah flyover Ladokgi dan diarahkan belok kiri ke Gerbang Pemuda.
2. Jalan Gerbang Pemuda yang arah ke kiri ke Jalan Gatot Subroto ditutup dan diputar balik ke Gerbang Pemuda di kolong Ladokgi atau lurus ke Jalan Gatot Subroto arah Timur atau ke Bendungan Hilir.
3. Jalan Gerbang Pemuda arah ke Asia Afrika dibelokan ke kiri ke Jalan Asia Afrika, Jalan Senayan dan Jalan Pakubuono.
4. Jalan Asia Afrika ke Barat bisa lurus ke Jalan Tentara Pelajar atau ke arah Jalan Gerbang Pemuda putar balik dibawah Ladokgi.
5. Jalan Tentara Pelajar dari arah Manggala Wanabakti di Palmerah diluruskan ke Permata Hijau dan Kebayoran Lama.
6. Jalan Tentara Pelajar Pojok Manggala Wanabakti ditutup Jalan Gatot Subroto ditutup untuk mencegah lawan arus dan putar balik kendaraan.
(PS)














