Indonesiainside.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengharapkan agar pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut pada Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari BPK RI dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan dan aset daerah.
“Aspek pengelolaan keuangan menjadi modal penting dalam menjadikan Jakarta sebagai kota yang maju, berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global,” kata Pramono di Jakarta, Senin (26/5).
Menurutnya, perolehan WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2024, yang merupakan yang kedelapan kali berturut-turut, diharapkan dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.
Pramono menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan optimal bagi masyarakat.
“Upaya dalam memperbaiki pengelolaan keuangan dan aset daerah masih memerlukan penyempurnaan dan peningkatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Pramono, pihaknya meminta saran, masukan, serta bimbingan dari BPK RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang transparan, efektif, dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ke depannya, kata Pramono, penguatan sinergi diharapkan dapat terus berlanjut demi menyukseskan transformasi Kota Jakarta sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global.
Ia menambahkan bahwa pencapaian opini WTP ini mencerminkan tingkat akuntabilitas dan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten dan berkelanjutan.
“Adanya rekomendasi dari BPK RI atas hasil pemeriksaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan keuangan daerah di masa depan,” katanya.














